Langsung ke konten utama

Natal 2019 Tradisi Marbinda Hilang Dari Tanah Batak

DETIKBATAK.COM(24/12/19)Marbinda Pada Suku Batak Toba adalah Acara tradisi kebersamaan Pemotongan Hewan Ternak Yang dirayakan Pada Hari-Hari Besar Keagamaan Seperti : Hari Natal,Tahun Baru,Pesta Gotilon,Paskah,Dan Lain-lain.acara Marbinda Secara Umum yaitu penyembelihan Hewan Seperti B2(Babi)(Maupun Hewan lain),Namun Rata-rata masyarakat suku Batak biasanya menyembelih Babi Untuk Acara kebersamaan ini.

DETIKBATAK.COM(24/12/19)Marbinda Pada Suku Batak Toba adalah Acara tradisi kebersamaan Pemotongan Hewan Ternak Yang dirayakan Pada Hari-Hari Besar Keagamaan Seperti : Hari Natal,Tahun Baru,Pesta Gotilon,Paskah,Dan Lain-lain.acara Marbinda Secara Umum yaitu penyembelihan Hewan Seperti B2(Babi)(Maupun Hewan lain),Namun Rata-rata masyarakat suku Batak biasanya menyembelih Babi Untuk Acara kebersamaan ini.     Buadaya Marbinda Pada Suku Batak(Penyembelihan Daging Ternak secara bersamaan)     Budaya marbinda dinilai sebagai salah satu upaya untuk meringankan beban saat menjelang Natal dan Tahun Baru Setiap Tahunya. Sebab dalam tradisi di beberapa komunitas masyarakat akan berkumpul dan menyebeli hewan untuk dikonsumsi saat natal dan tahun baru.      Dulu tradisi marbinda dilakukan dengan menggalang dana dalam satu komunitas. Kemudian Dana tersebut digunakan untuk membeli hewan yang akan disembelih. Setelah disembeli, daging tersebut akan dibagikan secara merata. Sebagian disisakan untuk makan bersama.    seiring berkembangnya zaman, tradisi marbinda bukan hanya sekedar tradisi gotong royong saja. Saat ini marbinda juga sudah dijadikan sebagai bentuk solidaritas untuk membantu sesama. Tradisi berbagi kasih dalam kehidupan masyarakat.    Namun,Khusus Tahun 2019 Ini,Banyak Masyarakat Batak ,tidak bisa menikmati Maupun Merayakan Acara Marbinda sebagaimana Seperti Tahun-tahun Sebelumnya.    Terutama Khusus Wilayah Kota Medan,Sumut,Sumatera Utara,terpaksa Meniadakan Acara Marbinda dikarenakan Banyaknya Ternak Yang mengalami Penyakit hingga mengalami kematian,Semenjak 2 Bulan terakhir ini.    Dari wilayah Pemasok Daging B2(Babi) Sampai pada peternak Lokal rata-rata mengalami Kerugian Tahun ini,yang di Duga karena Penyakit Kolera yaitu Penyakit bakteri yang menyebabkan diare berat dan dehidrasi, biasanya menyebar di dalam air.Dan ini bisa terjangkit Pada manusia yang menular melalui Daging B2.    Bahkan Beberapa Upacara Pernikan Yang Berlangsung di Bulan Desember 2019 ini,Terpaksa harus Membeli Hewan Ternak lainya seperti Kerbau,Sapi yang Harganya mencapai Puluhan Juta Rupiah dikarenakan Penyakit Babi(B2 ) tersebut.    Selain Itu,Kejadian ini juga sangat mempengaruhi Ekonomi,masyarakat Medan,Samapai ke desa-desanya,Dimana banyak masyarakat juga yang hanya berpenghasilan dari Peternakan Babi(B2).    Namun Penyakit Kolera Babi Ini,Hanya terjadi di kota Medan Sekitarnya ,terlihat dari pantauan Detikbatak.com,Peternak Babi di kota-kota lain seperti Batam,Pekanbaru,Tidak mengalami Hal ini.    Banyak Masyarakat Batak yang Tidak menikmati Acara Tradisional Marbinda Di Penghujung Tahun,khusus Perayaan Natal 2019 Dan Tahun Baru 2020.
Buadaya Marbinda Pada Suku Batak(Penyembelihan Daging Ternak secara bersamaan)


Budaya marbinda dinilai sebagai salah satu upaya untuk meringankan beban saat menjelang Natal dan Tahun Baru Setiap Tahunya. Sebab dalam tradisi di beberapa komunitas masyarakat akan berkumpul dan menyebeli hewan untuk dikonsumsi saat natal dan tahun baru.


Dulu tradisi marbinda dilakukan dengan menggalang dana dalam satu komunitas. Kemudian Dana tersebut digunakan untuk membeli hewan yang akan disembelih. Setelah disembeli, daging tersebut akan dibagikan secara merata. Sebagian disisakan untuk makan bersama.

seiring berkembangnya zaman, tradisi marbinda bukan hanya sekedar tradisi gotong royong saja. Saat ini marbinda juga sudah dijadikan sebagai bentuk solidaritas untuk membantu sesama. Tradisi berbagi kasih dalam kehidupan masyarakat.

Namun,Khusus Tahun 2019 Ini,Banyak Masyarakat Batak ,tidak bisa menikmati Maupun Merayakan Acara Marbinda sebagaimana Seperti Tahun-tahun Sebelumnya.

Terutama Khusus Wilayah Kota Medan,Sumut,Sumatera Utara,terpaksa Meniadakan Acara Marbinda dikarenakan Banyaknya Ternak Yang mengalami Penyakit hingga mengalami kematian,Semenjak 2 Bulan terakhir ini.

Dari wilayah Pemasok Daging B2(Babi) Sampai pada peternak Lokal rata-rata mengalami Kerugian Tahun ini,yang di Duga karena Penyakit Kolera yaitu Penyakit bakteri yang menyebabkan diare berat dan dehidrasi, biasanya menyebar di dalam air.Dan ini bisa terjangkit Pada manusia yang menular melalui Daging B2.

Bahkan Beberapa Upacara Pernikahan Yang Berlangsung di Bulan Desember 2019 ini,Terpaksa harus Membeli Hewan Ternak lainya seperti Kerbau,Sapi yang Harganya mencapai Puluhan Juta Rupiah dikarenakan Penyakit Babi(B2 ) tersebut.

Selain Itu,Kejadian ini juga sangat mempengaruhi Ekonomi,masyarakat Medan,Samapai ke desa-desanya,Dimana banyak masyarakat juga yang hanya berpenghasilan dari Peternakan Babi(B2).

Namun Penyakit Kolera Babi Ini,Hanya terjadi di kota Medan Sekitarnya ,terlihat dari pantauan Detikbatak.com,Peternak Babi di kota-kota lain seperti Batam,Pekanbaru,Tidak mengalami Hal ini.

Banyak Masyarakat Batak yang Tidak menikmati Acara Tradisional Marbinda Di Penghujung Tahun,khusus Perayaan Natal 2019 Dan Tahun Baru 2020.



Komentar

Video Terbaru Kami

Online

Theme Editor by Seo v6