Langsung ke konten utama

Penyamaran Sarwendah Pelajaran Dari Seorang Ibu Penjual Sayur Keliling

Penyamaran Sarwendah Pelajaran Dari Seorang Ibu Penjual Sayur Keliling
Curahan Online.Seorang ibu Penjual Sayur keliling  Patut menjadi Contoh yang Baik untuk di tiru,Meski hanya bekerja sebagai penjual sayur,Ibu ini memiliki hati yang Ikhlash dalam membantu seseorang.

Penyamaran Sarwendah Pelajaran Dari Seorang Ibu Penjual Sayur Keliling  Curahan Online.Seorang ibu Penjual Sayur keliling  Patut menjadi Contoh yang Baik untuk di tiru,Meski hanya bekerja sebagai penjual sayur,Ibu ini memiliki hati yang Ikhlash dalam membantu seseorang.     Sarwendah menitikan Air mata Sambil memeluk ibu Sulastri karena ketulusan dan keikhlasanya dalam membantunya   Seperti di kutip dari Tayangan Video Mop Chanel Di YouTube yang Berjudul "Sarwenda Jadi Nenek Tua Yang Kehabisan Ongkos".    Seperti Biasanya,Sarwendah Melakukan Berbagai Karakter dalam melancarkan aksi Penyamaranya,Seperti Pemulung,Orang Gila,Ibu hamil,Hingga Menjadi Nenek Tua Yang Kehabisan Ongkos,Ketika berkunjung ke Kota Jakarta Untuk menjumpai sang Anak.    Sarwendah pun kali ini Menyamar Menjadi Nenek tua Yang datang Dari kampung untuk menjumpai anaknya Ke Jakarta yang hanya bermodalkan Secarik kertas Berisi Alamat Tempat Tinggal Sang Anak.    Dari Cerita Tayangan Video Tersebut,Sarwendah Yang Baru  Sampai Di Jakarta Kebingungan Dan tidak tau apa yang Harus di perbuatanya,Selain Tidak Memiliki(Uang) Ongkos,Sarwendah Pun kesulitan Untuk menemukan Alamat yang telah di tulis di kertas pegangannya,Dan telah bolak balik jalan kaki sembari membawa barang di kardus dengan Pakaian persis Seperti Nenek-nenek yang Baru datang dari kampung halaman memasuki Kota Besar Jakarta.    Penyamaran Sarwendah Pun dimulai dengan Meminta Tolong bagi siapa saja yang di temuinya di jalan,Pak'! Tolong pak,Tolong Carikan alamat anak saya.Saya Baru datang Dari kampung,untuk menemui anak saya,Saya  cuma membawakan Alamat ini,sembari menunjukkan kertas Bawaannya yang berisikan alamat Rumah Anaknya.'Maaf Bu! saya Tidak bisa Bantu Cari Yang lain Aja Ya,Ucap Bapak tersebut,    Sarwendah pun melanjutkan Perjalanan dengan Menemui seorang Bapak-bapak yang berjualan di tepi jalan,Pak,!Tolong saya pak!Saya mau mencari alamat anak saya,Saya tidak memiliki duit,Saya Kehabisan Ongkos,!Jawaban sama kembali di terimanya ketika Bapak Tukang jualan mengatakan tidak bisa bantu,dan tidak bisa kasih duit,soalnya ini saya baru buka jualan Bu!Jawab bapak tersebut.      Setelah Sekian lama Meminta pertolongan,Sarwendah Pun menemui,Seorang Ibu Penjual Sayur Di tepi Jalan ,Permisi Bu,Ucap Sarwendah,Ya Bu,Kenapa Bu,sahut Ibu penjual sayur.Maaf Bu saya Ingin mencari alamat Anak saya,sudah dari tadi keliling tapi belum ketemu,Saya Baru datang dari kampung Bu,Saya Cuma Di kasih alamat ini,Jawab sarwendah Sambil menunjukkan secarik kertas berisi alamat.Oh,ini jauh Bu,Ini di Jakarta Barat ,Ucap ibu penjual Sayur Tersebut. boleh kah Saya Minta Tolong Bu?ucap Sarwendah ,Iya saya Antarkan Ibu,Tunggu saya bereskan jualan saya ya Bu? Tapi Saya Tidak memiliki Uang Bu,Saya Kehabisan Ongkos,Balas Sarwendah,Tidak apa-apa Tunggu ya!Ucap ibu penjual sayur.    Ibu ini sangat Terlihat Ikhlash dalam memberikan bantuan,meskipun tidak kenal dengan Sarwendah.Mereka pun segera berangkat naik Angkot Untuk Menuju alamat Sesuai yang tertulis,di kertas.    Dalam perjalanan Menuju alamat Sarwendah pun kembali bertanya: Kalo boleh Tau Kenapa Ibu mau Bantu saya?Jawaban tak terduga pun muncul"Aku Teringat Ibu Saya Yang Sudah Tua"dia takut jika bepergian Sendiri,Aku takut ibu kenapa-napa dan kesasar di Jakarta ini,Ucap Ibu penjual sayur.    Sarwendah pun kembali bertanya,berapa penghasilan Ibu dari jualan Sayur?Tidak tentu Bu,kadang habis,kadang Ada yang ngutang dan kadang juga cuma balik modal,Saya Tidak punya ongkos Bu,nanti duit ibu habis gimana?Rejeki Allah yang ngatur,Rejeki Selalu Ada jalanya,balan  ibu penjual sayur.    Berselang beberapa lama dalam perjalanan Sarwendah Pun memberhentikan angkot,dan segera membuka penyamaranya,Saya adalah Sarwendah dari Tim Diary Sarwendah.Ibu itu pun kaget dan Senang Bertemu Sarwendah.    Saya Ucapakan Terimakasih pada Ibu karena sudah Mau Membantu saya,tadi saya mutar-mutar tidak ada satupun yang bantu saya Cuma ibu yang Ikhlas membantu saya.    Sambil memeluk ibu penjual sayur,Sarwendah pun menitikan Air mata,dan memberikan sedikit Bantuan Untuk ibu,sebagai Modal Untuk jualan Sayur.    pelajaran dari seorang Ibu yang berjualan sayur keliling mulai dari sebelum terbit matahari hingga matahari hampir terbenam. Ibu Sulastri namanya beliau rela berjualan keliling Agar bisa menghidupi ekonomi keluarga dan masa depan anak-anaknya. Ketulusan dan keikhlasan Ibu Sulastri patut menjadi contoh.    Berikut Videonya:   Kesimpulan:   Kita Sebagai Manusia Sering Memandang Seseorang Dari Penampilan Luarnya Saja,Apa lagi Jika Tidak Kenal,Kita jarang Peduli dan Selalu Mengabaikannya.    Alangkah kita Selalu Menamkan Sifat Yang digambarkan Ibu Sulastri Yaitu Sebuah Ketulusan dan Keikhlasan.Semoga Ibu ini Panjang Umur dan di berkahi Rejeki Berlimpah Dari sang Pencipta Amin.
Sarwendah menitikan Air mata Sambil memeluk ibu Sulastri karena ketulusan dan keikhlasanya dalam membantunya

Seperti di kutip dari Tayangan Video Mop Chanel Di YouTube yang Berjudul "Sarwenda Jadi Nenek Tua Yang Kehabisan Ongkos".

Seperti Biasanya,Sarwendah Melakukan Berbagai Karakter dalam melancarkan aksi Penyamaranya,Seperti Pemulung,Orang Gila,Ibu hamil,Hingga Menjadi Nenek Tua Yang Kehabisan Ongkos,Ketika berkunjung ke Kota Jakarta Untuk menjumpai sang Anak.

Sarwendah pun kali ini Menyamar Menjadi Nenek tua Yang datang Dari kampung untuk menjumpai anaknya Ke Jakarta yang hanya bermodalkan Secarik kertas Berisi Alamat Tempat Tinggal Sang Anak.

Dari Cerita Tayangan Video Tersebut,Sarwendah Yang Baru  Sampai Di Jakarta Kebingungan Dan tidak tau apa yang Harus di perbuatanya,Selain Tidak Memiliki(Uang) Ongkos,Sarwendah Pun kesulitan Untuk menemukan Alamat yang telah di tulis di kertas pegangannya,Dan telah bolak balik jalan kaki sembari membawa barang di kardus dengan Pakaian persis Seperti Nenek-nenek yang Baru datang dari kampung halaman memasuki Kota Besar Jakarta.

Penyamaran Sarwendah Pun dimulai dengan Meminta Tolong bagi siapa saja yang di temuinya di jalan,Pak'! Tolong pak,Tolong Carikan alamat anak saya.Saya Baru datang Dari kampung,untuk menemui anak saya,Saya  cuma membawakan Alamat ini,sembari menunjukkan kertas Bawaannya yang berisikan alamat Rumah Anaknya.'Maaf Bu! saya Tidak bisa Bantu Cari Yang lain Aja Ya,Ucap Bapak tersebut,

Sarwendah pun melanjutkan Perjalanan dengan Menemui seorang Bapak-bapak yang berjualan di tepi jalan,Pak,!Tolong saya pak!Saya mau mencari alamat anak saya,Saya tidak memiliki duit,Saya Kehabisan Ongkos,!Jawaban sama kembali di terimanya ketika Bapak Tukang jualan mengatakan tidak bisa bantu,dan tidak bisa kasih duit,soalnya ini saya baru buka jualan Bu!Jawab bapak tersebut.


Setelah Sekian lama Meminta pertolongan,Sarwendah Pun menemui,Seorang Ibu Penjual Sayur Di tepi Jalan ,Permisi Bu,Ucap Sarwendah,Ya Bu,Kenapa Bu,sahut Ibu penjual sayur.Maaf Bu saya Ingin mencari alamat Anak saya,sudah dari tadi keliling tapi belum ketemu,Saya Baru datang dari kampung Bu,Saya Cuma Di kasih alamat ini,Jawab sarwendah Sambil menunjukkan secarik kertas berisi alamat.Oh,ini jauh Bu,Ini di Jakarta Barat ,Ucap ibu penjual Sayur Tersebut. boleh kah Saya Minta Tolong Bu?ucap Sarwendah ,Iya saya Antarkan Ibu,Tunggu saya bereskan jualan saya ya Bu? Tapi Saya Tidak memiliki Uang Bu,Saya Kehabisan Ongkos,Balas Sarwendah,Tidak apa-apa Tunggu ya!Ucap ibu penjual sayur.

Ibu ini sangat Terlihat Ikhlash dalam memberikan bantuan,meskipun tidak kenal dengan Sarwendah.Mereka pun segera berangkat naik Angkot Untuk Menuju alamat Sesuai yang tertulis,di kertas.

Dalam perjalanan Menuju alamat Sarwendah pun kembali bertanya: Kalo boleh Tau Kenapa Ibu mau Bantu saya?Jawaban tak terduga pun muncul"Aku Teringat Ibu Saya Yang Sudah Tua"dia takut jika bepergian Sendiri,Aku takut ibu kenapa-napa dan kesasar di Jakarta ini,Ucap Ibu penjual sayur.

Sarwendah pun kembali bertanya,berapa penghasilan Ibu dari jualan Sayur?Tidak tentu Bu,kadang habis,kadang Ada yang ngutang dan kadang juga cuma balik modal,Saya Tidak punya ongkos Bu,nanti duit ibu habis gimana?Rejeki Allah yang ngatur,Rejeki Selalu Ada jalanya,balan
ibu penjual sayur.

Berselang beberapa lama dalam perjalanan Sarwendah Pun memberhentikan angkot,dan segera membuka penyamaranya,Saya adalah Sarwendah dari Tim Diary Sarwendah.Ibu itu pun kaget dan Senang Bertemu Sarwendah.

Saya Ucapakan Terimakasih pada Ibu karena sudah Mau Membantu saya,tadi saya mutar-mutar tidak ada satupun yang bantu saya Cuma ibu yang Ikhlas membantu saya.

Sambil memeluk ibu penjual sayur,Sarwendah pun menitikan Air mata,dan memberikan sedikit Bantuan Untuk ibu,sebagai Modal Untuk jualan Sayur.

pelajaran dari seorang Ibu yang berjualan sayur keliling mulai dari sebelum terbit matahari hingga matahari hampir terbenam. Ibu Sulastri namanya beliau rela berjualan keliling Agar bisa menghidupi ekonomi keluarga dan masa depan anak-anaknya. Ketulusan dan keikhlasan Ibu Sulastri patut menjadi contoh.

Berikut Videonya:



Kesimpulan:

Kita Sebagai Manusia Sering Memandang Seseorang Dari Penampilan Luarnya Saja,Apa lagi Jika Tidak Kenal,Kita jarang Peduli dan Selalu Mengabaikannya.

Alangkah kita Selalu Menamkan Sifat Yang digambarkan Ibu Sulastri Yaitu Sebuah Ketulusan dan Keikhlasan.Semoga Ibu ini Panjang Umur dan di berkahi Rejeki Berlimpah Dari sang Pencipta Amin.








Komentar

Video Terbaru Kami

Online

Theme Editor by Seo v6