Langsung ke konten utama

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Menjadi Kunjungan Paling Populer Wisatawan di Batam

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Menjadi Kunjungan Paling Populer Wisatawan di Batam

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Menjadi Kunjungan Paling Populer Wisatawan di Batam  Pengambilan Photo Lokasi Masjid dari luar   Ikon Religi Kota Batam Terbaru Yaitu Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Kini Mulai Ramai di kunjungi Para wisatawan Lokal Indonesia Maupun Luar Negeri Serta Masyarakat Kota Batam Itu sendiri.  Bangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Yang Memiliki kiblat Nabawi di Madinah, yang Sudah diperkenalkan resmi ke publik pada Tanggal 20 September lalu oleh Mantan wakil presiden Republik Indonesia Yaitu Jusuf kalla yang BerLokasi di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.Kini Semakin Luas Dikenal para wisatawan dan Traveler Yang datang Ke Kota Batam Terutama Para Wisatawan Dari Luar Negeri seperti Malysia dan Singapura Sudah Banyak Yang Menjajakan Kaki Untuk menikmati Panorama Indah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.    Desain Masjid ini di ketahui memiliki desain perpaduan Arab dan Melayu. Sebagian besar desainnya mengadopsi Masjid Nabawi di Madinah Ini Menjadi Kunjungan Paling Populer Wisatawan Malysia Dan Singapura Karena Merupakan Negara Tetangga Terdekat dari wilayah letak geografis Kota Batam.   Pengambilan Photo Masjid Di Mala Hari   Berdasarkan Laporan Terbaru Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Masjid Sultan Mahmud di angka 2000 orang lebih, dengan rata-rata 5-10 kunjungan per hari.    Setiap hari wisatawan dalam maupun luar negeri berdatangan untuk menikmati wisata religi Terbaru kebanggaan Kota Batam tersebut.    "Untuk data lengkap memang belum bisa dijelaskan, karena belum ada catatannya. Hanya saja prediksi seperti awal buka, telah ada lebih 2.000 orang wisman(wisatawan mancanegara), dan hingga kini 5-10 orang per-hari selalu ada," ujarnya.    "Tapi dipastikan setiap hari selalu ada traffic pengunjung yang datang, baik itu wisman dan juga wisatawan lokal. Jika digabungkan ada 10 hingga 20 orang," tambahnya.    Hal lainnya, sejauh inidari sekian banyak wisman yang datang banyak didominasi oleh wisatawan dari Singapura dan Malaysia, dan yang  paling jauh, sejauh ini yaitu dari Australia.  "Perihal wisman kita telah bekerja sama dengan pihak agent travel, agent kita promokan untuk membuat paket tour wisata halal ke area masjid," pungkasnya.    Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam.    desainnya Masjid Nabawi di Madinah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan segera diperkenalkan resmi ke publik. Lokasinya berada di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.    inata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam.    “Batam kini memiliki Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid baru tersebut memiliki posisi penting. Selain syiar, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi baru di Batam. Kami optimistis, pergerakan wisatawan religi di Batam akan naik. Apalagi, Batam terhubung langsung ke Malaysia dan Singapura,”     Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar menerangkan, wisata religi Batam terus berkembang. “Konsep wisata religi di Kota Batam makin berkembang. Apalagi, sekarang ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid ini luar biasa dan menjadi salah satu ikon di Kota Batam.     Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki banyak keistimewaan. Dinding masjid ditutupi marmer asal Sulawesi. Masjid ini memiliki menara Asma’ul Husna setinggi 99 Meter. Menara Asma’ul Husna akan dilengkapi lift untuk mencapai atapnya. Selain itu, terdapat juga 5 menara pendukung yang memiliki ketinggian sekitar 77 Meter.   photo:Sekilas Bagian Dalam Masjid   Fasilitas untuk 5 menara tersebut adalah tangga. Menguatkan nuansa Melayu, dinding masjid akan dilengkapi dengan ornamen Lebah Bergayuh. Nuansa menjadi semakin eksotis dengan landscape air mancur dan aplikasi lampu hias. Memiliki luas sekitar 4 Hektar, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diperkirakan mampu menampung 25 Ribu jemaah. Dengan kapasitas tersebut, masjid ini disebut sebagai yang terbesar di kawasan Sumatera.    “Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sangat luar biasa. Ada banyak value positifnya. Syariat agama akan berkembang. Masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui aktivitas pariwisatanya. Dengan keunikannya, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi destinasi wisata religi potensial di Batam,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.    Melengkapi kenyamanannya, ada banyak fasilitas yang ditawarkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Pada bagian pelatarannya, dilengkapi dengan 8 payung membran. Konsep ini sangat identik dengan Masjid Nabawi. Kehadiran payung-payung membran tersebut membuat masjid semakin Instagramable. Area ini pun dipercaya sebagai salah satu spot terbaik untuk berfoto.    Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memberi konsep terbaik saat berwudhu. Jarak antar jamaah saat berwudhu ideal 1,2 Meter. Dengan rentang ini, percikan air yang dipakai berwudhu tidak mengenai jamaah lain. Pasokan airnya dijamin lancar. Sebab, ada 2 tandon air dengan kapasitas total 270 Meter Kubik.    “Kami tentu menyambut baik aktivasi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Secara konsep, bangunan ini memiliki nilai yang luar biasa. Selain kapasitasnya yang besar, ada banyak sisi dari masjid yang menarik untuk dieksplorasi,” papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.    Dibangun megah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diprediksi menghabiskan anggaran Rp400 Miliar. Untuk konstruksi fisiknya diperkirakan menghabiskan anggaran Rp260 Miliar. Hingga akhir 2019 nanti, pembangunan masjid secara keseluruhan akan selesai 78%. Artinya, fisik utama masjid bisa digunakan. Adapun sisa pengerjaan 22% diperuntukan untuk finishing fasilitas pendukungnya hingga 2020.    “Yang utama, masjid dengan segala kemegahan dan filosofinya sudah bisa digunakan. Kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan semakin memakmurkan pariwisata Batam. Arus wisatawan ke sana pasti tinggi. Kehadiran wisatawan akan menggerakan UMKM di sana. Untuk itu, agenda launching dari masjid jangan sampai terlewatkan,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.
Pengambilan Photo Lokasi Masjid dari luar

Ikon Religi Kota Batam Terbaru Yaitu Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Kini Mulai Ramai di kunjungi Para wisatawan Lokal Indonesia Maupun Luar Negeri Serta Masyarakat Kota Batam Itu sendiri.
Bangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Yang Memiliki kiblat Nabawi di Madinah, yang Sudah diperkenalkan resmi ke publik pada Tanggal 20 September lalu oleh Mantan wakil presiden Republik Indonesia Yaitu Jusuf kalla yang BerLokasi di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.Kini Semakin Luas Dikenal para wisatawan dan Traveler Yang datang Ke Kota Batam Terutama Para Wisatawan Dari Luar Negeri seperti Malysia dan Singapura Sudah Banyak Yang Menjajakan Kaki Untuk menikmati Panorama Indah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Desain Masjid ini di ketahui memiliki desain perpaduan Arab dan Melayu. Sebagian besar desainnya mengadopsi Masjid Nabawi di Madinah
Ini Menjadi Kunjungan Paling Populer Wisatawan Malysia Dan Singapura
Karena Merupakan Negara Tetangga Terdekat dari wilayah letak geografis Kota Batam.
Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Menjadi Kunjungan Paling Populer Wisatawan di Batam  Pengambilan Photo Lokasi Masjid dari luar   Ikon Religi Kota Batam Terbaru Yaitu Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Kini Mulai Ramai di kunjungi Para wisatawan Lokal Indonesia Maupun Luar Negeri Serta Masyarakat Kota Batam Itu sendiri.  Bangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Yang Memiliki kiblat Nabawi di Madinah, yang Sudah diperkenalkan resmi ke publik pada Tanggal 20 September lalu oleh Mantan wakil presiden Republik Indonesia Yaitu Jusuf kalla yang BerLokasi di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.Kini Semakin Luas Dikenal para wisatawan dan Traveler Yang datang Ke Kota Batam Terutama Para Wisatawan Dari Luar Negeri seperti Malysia dan Singapura Sudah Banyak Yang Menjajakan Kaki Untuk menikmati Panorama Indah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.    Desain Masjid ini di ketahui memiliki desain perpaduan Arab dan Melayu. Sebagian besar desainnya mengadopsi Masjid Nabawi di Madinah Ini Menjadi Kunjungan Paling Populer Wisatawan Malysia Dan Singapura Karena Merupakan Negara Tetangga Terdekat dari wilayah letak geografis Kota Batam.   Pengambilan Photo Masjid Di Mala Hari   Berdasarkan Laporan Terbaru Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Masjid Sultan Mahmud di angka 2000 orang lebih, dengan rata-rata 5-10 kunjungan per hari.    Setiap hari wisatawan dalam maupun luar negeri berdatangan untuk menikmati wisata religi Terbaru kebanggaan Kota Batam tersebut.    "Untuk data lengkap memang belum bisa dijelaskan, karena belum ada catatannya. Hanya saja prediksi seperti awal buka, telah ada lebih 2.000 orang wisman(wisatawan mancanegara), dan hingga kini 5-10 orang per-hari selalu ada," ujarnya.    "Tapi dipastikan setiap hari selalu ada traffic pengunjung yang datang, baik itu wisman dan juga wisatawan lokal. Jika digabungkan ada 10 hingga 20 orang," tambahnya.    Hal lainnya, sejauh inidari sekian banyak wisman yang datang banyak didominasi oleh wisatawan dari Singapura dan Malaysia, dan yang  paling jauh, sejauh ini yaitu dari Australia.  "Perihal wisman kita telah bekerja sama dengan pihak agent travel, agent kita promokan untuk membuat paket tour wisata halal ke area masjid," pungkasnya.    Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam.    desainnya Masjid Nabawi di Madinah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan segera diperkenalkan resmi ke publik. Lokasinya berada di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.    inata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam.    “Batam kini memiliki Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid baru tersebut memiliki posisi penting. Selain syiar, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi baru di Batam. Kami optimistis, pergerakan wisatawan religi di Batam akan naik. Apalagi, Batam terhubung langsung ke Malaysia dan Singapura,”     Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar menerangkan, wisata religi Batam terus berkembang. “Konsep wisata religi di Kota Batam makin berkembang. Apalagi, sekarang ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid ini luar biasa dan menjadi salah satu ikon di Kota Batam.     Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki banyak keistimewaan. Dinding masjid ditutupi marmer asal Sulawesi. Masjid ini memiliki menara Asma’ul Husna setinggi 99 Meter. Menara Asma’ul Husna akan dilengkapi lift untuk mencapai atapnya. Selain itu, terdapat juga 5 menara pendukung yang memiliki ketinggian sekitar 77 Meter.   photo:Sekilas Bagian Dalam Masjid   Fasilitas untuk 5 menara tersebut adalah tangga. Menguatkan nuansa Melayu, dinding masjid akan dilengkapi dengan ornamen Lebah Bergayuh. Nuansa menjadi semakin eksotis dengan landscape air mancur dan aplikasi lampu hias. Memiliki luas sekitar 4 Hektar, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diperkirakan mampu menampung 25 Ribu jemaah. Dengan kapasitas tersebut, masjid ini disebut sebagai yang terbesar di kawasan Sumatera.    “Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sangat luar biasa. Ada banyak value positifnya. Syariat agama akan berkembang. Masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui aktivitas pariwisatanya. Dengan keunikannya, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi destinasi wisata religi potensial di Batam,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.    Melengkapi kenyamanannya, ada banyak fasilitas yang ditawarkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Pada bagian pelatarannya, dilengkapi dengan 8 payung membran. Konsep ini sangat identik dengan Masjid Nabawi. Kehadiran payung-payung membran tersebut membuat masjid semakin Instagramable. Area ini pun dipercaya sebagai salah satu spot terbaik untuk berfoto.    Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memberi konsep terbaik saat berwudhu. Jarak antar jamaah saat berwudhu ideal 1,2 Meter. Dengan rentang ini, percikan air yang dipakai berwudhu tidak mengenai jamaah lain. Pasokan airnya dijamin lancar. Sebab, ada 2 tandon air dengan kapasitas total 270 Meter Kubik.    “Kami tentu menyambut baik aktivasi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Secara konsep, bangunan ini memiliki nilai yang luar biasa. Selain kapasitasnya yang besar, ada banyak sisi dari masjid yang menarik untuk dieksplorasi,” papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.    Dibangun megah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diprediksi menghabiskan anggaran Rp400 Miliar. Untuk konstruksi fisiknya diperkirakan menghabiskan anggaran Rp260 Miliar. Hingga akhir 2019 nanti, pembangunan masjid secara keseluruhan akan selesai 78%. Artinya, fisik utama masjid bisa digunakan. Adapun sisa pengerjaan 22% diperuntukan untuk finishing fasilitas pendukungnya hingga 2020.    “Yang utama, masjid dengan segala kemegahan dan filosofinya sudah bisa digunakan. Kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan semakin memakmurkan pariwisata Batam. Arus wisatawan ke sana pasti tinggi. Kehadiran wisatawan akan menggerakan UMKM di sana. Untuk itu, agenda launching dari masjid jangan sampai terlewatkan,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.
Pengambilan Photo Masjid Di Mala Hari

Berdasarkan Laporan Terbaru Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Masjid Sultan Mahmud di angka 2000 orang lebih, dengan rata-rata 5-10 kunjungan per hari.

Setiap hari wisatawan dalam maupun luar negeri berdatangan untuk menikmati wisata religi Terbaru kebanggaan Kota Batam tersebut.

"Untuk data lengkap memang belum bisa dijelaskan, karena belum ada catatannya. Hanya saja prediksi seperti awal buka, telah ada lebih 2.000 orang wisman(wisatawan mancanegara), dan hingga kini 5-10 orang per-hari selalu ada," ujarnya.

"Tapi dipastikan setiap hari selalu ada traffic pengunjung yang datang, baik itu wisman dan juga wisatawan lokal. Jika digabungkan ada 10 hingga 20 orang," tambahnya.

Hal lainnya, sejauh inidari sekian banyak wisman yang datang banyak didominasi oleh wisatawan dari Singapura dan Malaysia, dan yang  paling jauh, sejauh ini yaitu dari Australia.
"Perihal wisman kita telah bekerja sama dengan pihak agent travel, agent kita promokan untuk membuat paket tour wisata halal ke area masjid," pungkasnya.

Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam.

desainnya Masjid Nabawi di Madinah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan segera diperkenalkan resmi ke publik. Lokasinya berada di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.

inata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam.

“Batam kini memiliki Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid baru tersebut memiliki posisi penting. Selain syiar, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi baru di Batam. Kami optimistis, pergerakan wisatawan religi di Batam akan naik. Apalagi, Batam terhubung langsung ke Malaysia dan Singapura,” 

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar menerangkan, wisata religi Batam terus berkembang. “Konsep wisata religi di Kota Batam makin berkembang. Apalagi, sekarang ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid ini luar biasa dan menjadi salah satu ikon di Kota Batam. 

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki banyak keistimewaan. Dinding masjid ditutupi marmer asal Sulawesi. Masjid ini memiliki menara Asma’ul Husna setinggi 99 Meter. Menara Asma’ul Husna akan dilengkapi lift untuk mencapai atapnya. Selain itu, terdapat juga 5 menara pendukung yang memiliki ketinggian sekitar 77 Meter.
Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Menjadi Kunjungan Paling Populer Wisatawan di Batam  Pengambilan Photo Lokasi Masjid dari luar   Ikon Religi Kota Batam Terbaru Yaitu Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Kini Mulai Ramai di kunjungi Para wisatawan Lokal Indonesia Maupun Luar Negeri Serta Masyarakat Kota Batam Itu sendiri.  Bangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Yang Memiliki kiblat Nabawi di Madinah, yang Sudah diperkenalkan resmi ke publik pada Tanggal 20 September lalu oleh Mantan wakil presiden Republik Indonesia Yaitu Jusuf kalla yang BerLokasi di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.Kini Semakin Luas Dikenal para wisatawan dan Traveler Yang datang Ke Kota Batam Terutama Para Wisatawan Dari Luar Negeri seperti Malysia dan Singapura Sudah Banyak Yang Menjajakan Kaki Untuk menikmati Panorama Indah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.    Desain Masjid ini di ketahui memiliki desain perpaduan Arab dan Melayu. Sebagian besar desainnya mengadopsi Masjid Nabawi di Madinah Ini Menjadi Kunjungan Paling Populer Wisatawan Malysia Dan Singapura Karena Merupakan Negara Tetangga Terdekat dari wilayah letak geografis Kota Batam.   Pengambilan Photo Masjid Di Mala Hari   Berdasarkan Laporan Terbaru Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Masjid Sultan Mahmud di angka 2000 orang lebih, dengan rata-rata 5-10 kunjungan per hari.    Setiap hari wisatawan dalam maupun luar negeri berdatangan untuk menikmati wisata religi Terbaru kebanggaan Kota Batam tersebut.    "Untuk data lengkap memang belum bisa dijelaskan, karena belum ada catatannya. Hanya saja prediksi seperti awal buka, telah ada lebih 2.000 orang wisman(wisatawan mancanegara), dan hingga kini 5-10 orang per-hari selalu ada," ujarnya.    "Tapi dipastikan setiap hari selalu ada traffic pengunjung yang datang, baik itu wisman dan juga wisatawan lokal. Jika digabungkan ada 10 hingga 20 orang," tambahnya.    Hal lainnya, sejauh inidari sekian banyak wisman yang datang banyak didominasi oleh wisatawan dari Singapura dan Malaysia, dan yang  paling jauh, sejauh ini yaitu dari Australia.  "Perihal wisman kita telah bekerja sama dengan pihak agent travel, agent kita promokan untuk membuat paket tour wisata halal ke area masjid," pungkasnya.    Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam.    desainnya Masjid Nabawi di Madinah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan segera diperkenalkan resmi ke publik. Lokasinya berada di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.    inata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam.    “Batam kini memiliki Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid baru tersebut memiliki posisi penting. Selain syiar, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi baru di Batam. Kami optimistis, pergerakan wisatawan religi di Batam akan naik. Apalagi, Batam terhubung langsung ke Malaysia dan Singapura,”     Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar menerangkan, wisata religi Batam terus berkembang. “Konsep wisata religi di Kota Batam makin berkembang. Apalagi, sekarang ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid ini luar biasa dan menjadi salah satu ikon di Kota Batam.     Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki banyak keistimewaan. Dinding masjid ditutupi marmer asal Sulawesi. Masjid ini memiliki menara Asma’ul Husna setinggi 99 Meter. Menara Asma’ul Husna akan dilengkapi lift untuk mencapai atapnya. Selain itu, terdapat juga 5 menara pendukung yang memiliki ketinggian sekitar 77 Meter.   photo:Sekilas Bagian Dalam Masjid   Fasilitas untuk 5 menara tersebut adalah tangga. Menguatkan nuansa Melayu, dinding masjid akan dilengkapi dengan ornamen Lebah Bergayuh. Nuansa menjadi semakin eksotis dengan landscape air mancur dan aplikasi lampu hias. Memiliki luas sekitar 4 Hektar, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diperkirakan mampu menampung 25 Ribu jemaah. Dengan kapasitas tersebut, masjid ini disebut sebagai yang terbesar di kawasan Sumatera.    “Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sangat luar biasa. Ada banyak value positifnya. Syariat agama akan berkembang. Masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui aktivitas pariwisatanya. Dengan keunikannya, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi destinasi wisata religi potensial di Batam,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.    Melengkapi kenyamanannya, ada banyak fasilitas yang ditawarkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Pada bagian pelatarannya, dilengkapi dengan 8 payung membran. Konsep ini sangat identik dengan Masjid Nabawi. Kehadiran payung-payung membran tersebut membuat masjid semakin Instagramable. Area ini pun dipercaya sebagai salah satu spot terbaik untuk berfoto.    Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memberi konsep terbaik saat berwudhu. Jarak antar jamaah saat berwudhu ideal 1,2 Meter. Dengan rentang ini, percikan air yang dipakai berwudhu tidak mengenai jamaah lain. Pasokan airnya dijamin lancar. Sebab, ada 2 tandon air dengan kapasitas total 270 Meter Kubik.    “Kami tentu menyambut baik aktivasi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Secara konsep, bangunan ini memiliki nilai yang luar biasa. Selain kapasitasnya yang besar, ada banyak sisi dari masjid yang menarik untuk dieksplorasi,” papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.    Dibangun megah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diprediksi menghabiskan anggaran Rp400 Miliar. Untuk konstruksi fisiknya diperkirakan menghabiskan anggaran Rp260 Miliar. Hingga akhir 2019 nanti, pembangunan masjid secara keseluruhan akan selesai 78%. Artinya, fisik utama masjid bisa digunakan. Adapun sisa pengerjaan 22% diperuntukan untuk finishing fasilitas pendukungnya hingga 2020.    “Yang utama, masjid dengan segala kemegahan dan filosofinya sudah bisa digunakan. Kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan semakin memakmurkan pariwisata Batam. Arus wisatawan ke sana pasti tinggi. Kehadiran wisatawan akan menggerakan UMKM di sana. Untuk itu, agenda launching dari masjid jangan sampai terlewatkan,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.
photo:Sekilas Bagian Dalam Masjid

Fasilitas untuk 5 menara tersebut adalah tangga. Menguatkan nuansa Melayu, dinding masjid akan dilengkapi dengan ornamen Lebah Bergayuh. Nuansa menjadi semakin eksotis dengan landscape air mancur dan aplikasi lampu hias. Memiliki luas sekitar 4 Hektar, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diperkirakan mampu menampung 25 Ribu jemaah. Dengan kapasitas tersebut, masjid ini disebut sebagai yang terbesar di kawasan Sumatera.

“Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sangat luar biasa. Ada banyak value positifnya. Syariat agama akan berkembang. Masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui aktivitas pariwisatanya. Dengan keunikannya, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi destinasi wisata religi potensial di Batam,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Melengkapi kenyamanannya, ada banyak fasilitas yang ditawarkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Pada bagian pelatarannya, dilengkapi dengan 8 payung membran. Konsep ini sangat identik dengan Masjid Nabawi. Kehadiran payung-payung membran tersebut membuat masjid semakin Instagramable. Area ini pun dipercaya sebagai salah satu spot terbaik untuk berfoto.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memberi konsep terbaik saat berwudhu. Jarak antar jamaah saat berwudhu ideal 1,2 Meter. Dengan rentang ini, percikan air yang dipakai berwudhu tidak mengenai jamaah lain. Pasokan airnya dijamin lancar. Sebab, ada 2 tandon air dengan kapasitas total 270 Meter Kubik.

“Kami tentu menyambut baik aktivasi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Secara konsep, bangunan ini memiliki nilai yang luar biasa. Selain kapasitasnya yang besar, ada banyak sisi dari masjid yang menarik untuk dieksplorasi,” papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Dibangun megah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diprediksi menghabiskan anggaran Rp400 Miliar. Untuk konstruksi fisiknya diperkirakan menghabiskan anggaran Rp260 Miliar. Hingga akhir 2019 nanti, pembangunan masjid secara keseluruhan akan selesai 78%. Artinya, fisik utama masjid bisa digunakan. Adapun sisa pengerjaan 22% diperuntukan untuk finishing fasilitas pendukungnya hingga 2020.

“Yang utama, masjid dengan segala kemegahan dan filosofinya sudah bisa digunakan. Kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan semakin memakmurkan pariwisata Batam. Arus wisatawan ke sana pasti tinggi. Kehadiran wisatawan akan menggerakan UMKM di sana. Untuk itu, agenda launching dari masjid jangan sampai terlewatkan,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.


Komentar

Video Terbaru Kami

Online

Theme Editor by Seo v6