Langsung ke konten utama

9 Fakta Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Bergam jenis Ulos Batak
Detikbatak.com.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.


Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.


9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.

Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)

Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.

Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).
Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.

Berikut 9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak
Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.

Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.

Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.

Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.

karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.

Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:

1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)

Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.

2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)

Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.

Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.

Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.

Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".

Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.

Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan. 

Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya. 

Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.

Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.

Jenis Ulos dalam (Adat Batak)

1.Ulos Batak Ragidup

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Ulos Batak Ragidup

Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup. 

Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit. 

Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.

2.Ulos Batak Ragi Hotang

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Ulos Batak Ragi Hotang

Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).

3.Ulos Batak Sibolang

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Ulos Batak Sibolang


Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.

Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum. 

Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.

 Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.
Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:

Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.

Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.
Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).

Makna Ulos Batak


Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.

Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.

Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:

-Tundalan (Pengikat Pinggang)
-Turak Baliga (Pemisah Benang)
-Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)
-Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)


Makna Di Balik Warna Ulos Batak


-Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)
-Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)
-Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)
-Hitam (Melambangkan Duka)
Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:
-Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)
-Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)

Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:
-Orangtua Kepada Anak-anaknya
-Adik Kepada Kakaknya
-Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.

Jenis Jenis Ulos Batak


Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.

Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:

1.Ulos Batak Ragidup

Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gambar:Ulos Batak Ragidup

Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip 

"Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".

Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).
itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :

“Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.

Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:

– Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.

– Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.
Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.

-Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.

-Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.

-Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).

Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.

Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :

-Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih
-Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar
-Jumlah Honda harus Ganjil
-Jumlah Ipon harus Benar

Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.

2.Ulos Batak Ragidup Silinggom

Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom


 Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.

3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)

Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.

4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola


9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gambar:ulos Batak Godang

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gambar:Ulos Batak Godang

Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.

Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.

Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).

Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.

Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).

5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)

Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang


Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.

Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:

“Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"

”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"

”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"

”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"

”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"

”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"

Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)

6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)

Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).
Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho


Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :

-Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :

”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “

-Pasupasu hagabeon :

”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”

-Pasupasu pansamotan :

”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"

7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gambar:ulos Batak Bolean


Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.

8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)

Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gambar:ulos Batak Sibolang

Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).

Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.

Perumpamaannya:

“ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.

“Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".

Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.

9.Ulos Batak Mangiring

Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.

9 Fakta  Hari Ulos Nasional, Makna Dan Sejarah,Yang Terkandung Di Setiap Jenis Ulos Batak Bergam jenis Ulos Batak  Curahan Online.17 Oktober Adalah Hari Yang Begitu Bermakna Dan Sangat Berarti Bagi Semua Suku Batak Di Indonesia,karena Tepatnya Pada Tanggal Tersebut diperingati Sebagai  Hari Ulos Nasional.    Semenjak ditetapkanya Tanggal Tersebut pada 17 Oktober 2015 Oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya terhitung Perayaan Sudah sebanyak 4 Kali Tepat Jatuh Pada 17 Oktober 2019.      Presiden Joko Widodo (tengah) menerima penyematan kain ulos oleh Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung (kiri) dan anak pendiri HMI Lafran Pane, Iqbal Pane (kanan) saat Peringatan 72 tahun HMI dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019)   Dalam Acara Perayaan Hari Ulos Nasional Ini biasanya dirayakan dengan Mengisi acara Pertunjukan ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.Untuk Lokasi Medan Biasanya di Rayakan Di Lapangan Merdeka Medan.    Ulos adalah Kain tenun khas Batak Yang Memiliki beragam motif. dari segi tampilanya yang di bentuk berupa selendang,maupun baju(rompi).  Kata 'Ulos' adalah bahasa batak yang jika di artikan kedalam bahasa nasional indonesia adalah 'selimut'.Namun Ulos dari tenunan khas Batak ini bukanlah Seperti selimut yang di pakai pada umumnya oleh manusia.benda sakral ini  memiliki sejarah perjalanan yang panjang dari sejak adanya suku Batak.    Bagi Suku Batak Ulos ini adalah simbol resmi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya sehari hari,ulos ini merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak yaitu ikatan kasih sayang,restu dan persatuan setiap tahap kehidupan masyarakat Batak.    Menurut leluhur Suku Batak terdahulu, sejarah terciptanya Ulos ini berwal dari faktor lingkungan tempat tinggal.dimana Suku Batak pertama bermukim dan hidup di daerah pegunungan (Dataran Tinggi).Untuk dapat bertahan menghadapi suhu yang dingin di daerah pegunungan ini,emenjak saat itulah para suku batak mulai menciptakan Ulos sebagai pelindung Tubuh.    Pada awalnya nenek moyang Suku Batak terdahulu hanyalah mengandalkan sinar  Matahari dan Api sebagai sumber panas atau menghangatkan tubuh.ketika matahari mulai bersinar di pagi hari mereka akan berjemur sampai cuaca benar benar normal dan cuaca dingin yang paling terasa di saat malam telah tiba maka mereka akan memasang api.    Tapi masalah untuk Bertahan dari rasa dingin yang menusuk tulang tetap tidak bisa teratasi oleh mereka Karena Matahari Tidak setiap saat bisa bersinar,dan kemungkinan bisa juga mendung atau pun hujan dan jika memasang api di malam hari sangat beresiko tinggi bagi keselamatan mereka jika sudah tertidur lelap,bisa saja mengalami kebakaran tempat tinggal yang terbuat dari papan beratap ijuk dan ilalang dan paling fatal bisa bisa memakan korban jiwa.    karena di paksakan oleh kebutuhan yang sangat penting,maka para nenek moyak Suku Batak mencari Alternatif untuk mengatasi hal tersebut.yaitu menciptakan ulos sebagai pelindung tubuh,itulah sejarah Ulos Batak tercipta.    Sejarah Ulos Pertama kali tercipta di tanah Batak ada dua macam yang merupakan Induk dari segala macam jenis Ulos Batak yang ada sekarang hanyalah turunan dari kedua Ulos Batak Ini:    1.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(pitu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (pitu hasta)adalah kain Ulos Batak yang langsung di tenun dari kain sutera malam,yang dinamakan Ulos Batak Sipitu Hasta. Ulos Batak ini tidak ada duanya dan sekarang Ulos Batak ini di pegang oleh Keturunan Ni Oppu Raja Nauli tepatnya di si borong borong.    2.ULOS BATAK SANDE HUDIMAN(tolu hasta)    Ulos Batak Sande Hudiman (tolu hasta) berada di huta tinggi laguboti dan Ulos Batak ini tidak ada duanya.sekarang Ulos Batak ini berada di Huta Tinggi Laguboti yang di pegang oleh Ugamo Parmalim(Agama parmalim) yaitu Agama Batak yang pertama.    Di saat masa masa kemunculanya,Ulos Batak ini tentunya tidaklah menjadi sakral seperti sekarang.namun sesuai dengan hukum alam Ukos Batak juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama.sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat Suku Batak seperti sekarang ini. Berbeda dengan Ulos yang di sakralkan yang kita kenal, dulu Ulos malah dijadikan Selimut atau alas tidur oleh nenek moyang Suku Batak. tetapi Ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih lebar lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.    Lambat laun Ulos Batak menjadi kebutuhan primer karena bisa di jadikan pakaian yang indah dan berbagai macam motif motif yang menarik.Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan Adat Resmi. di tambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.    Faktanya Ulos Batak ini sekarang merupakan produk Penting dari salah satu peradaban tertua di Asia.Ulos bahkan di sebut sebut telah ada jauh sebelum Bangsa Eropa mengenal Tekstil dan sebagai representasi dari Semesta Alam yang usianya di perkirakan sudah 4000 tahun.karena di masa lampau leluhur nenek moyang Suku Batak bangga menenun ,memakai dan mewariskanya sebagai suatu pusaka yang di percaya memberi restu,kasih sayang dan persatuan seperti umpasa Suku Batak  "Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong" yang mengandung arti "jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama".    Ulos Batak tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi.bahkan sekarang Ulos Batak sudah lebih dari sekedar tradisi karena keunikanya.    Tidak hanya Indonesia, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos. Alasannya, ulos dianggap unik dan sangat tua.kelebihanya tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.     Dalam ritual mangulosi pada tradisi Suku Batak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.     Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.    Dalam perkembangannya, Ulos juga diberikan kepada orang “Non Suku Batak”. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima Ulos. misalnya pemberian Ulos Batak kepada Presiden atau Pejabat Negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada Rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.    Jenis Ulos dalam (Adat Batak)    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak Ragidup(ragi hidup) Ulos Batak Ragidup   Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup.     Ulos Batak jenis ini adalah yang tertinggi di kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos Batak ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.     Ulos Batak Ragidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga Suku Batak di daerah-daerah yang masih kental adat Bataknya. Karena dalam upacara adat perkimpoian, Ulos Batak ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.    2.Ulos Batak Ragi Hotang    Ulos Batak Ragi Hotang Ulos Batak Ragi Hotang   Hotang berarti rotan, Ulos Batak jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit Ulos Batak Ragidup. dalam upacara kematian, Ulos Batak ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya(Masuk Tugu).    3.Ulos Batak Sibolang    Ulos Batak Si Bolang Ulos Batak Sibolang     Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mang Ulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat Batak. dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos  Batak Bela yang berarti Ulos Batak menantu kepada pengantin laki-laki.    Meng Ulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, Ulos Batak ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum.     Pemberian Ulos Batak tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos Batak lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur.     Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam Ulos Batak tersebut.  Dari besar kecil biaya pembuatannya, Ulos Batak dapat dibedakan menjadi dua bagian:    Pertama, Ulos Batak Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada Ulos Batak jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.    Kedua, Ulos Batak Na Balga; adalah Ulos Batak kelas atas. Jenis Ulos Batak ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai Ulos Batak yang diserahkan atau diterima.  Biasanya Ulos Batak dipakai dengan cara dihadanghon; (dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang).    Makna Ulos Batak    Kini Ulos Batak memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan Suku Orang Batak. Ulos Batak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat Suku Batak.    Mang Ulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mang Ulosi secara harfiah berarti memberikan Ulos Batak. Mang Ulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mang Ulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.    Kain tenun ini merupakan pakaian khas Suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos Batak ini dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.    Alat Tenun Yang Di Pakai Antara Lain:   -Tundalan (Pengikat Pinggang)  -Turak Baliga (Pemisah Benang)  -Langgiyang (Alat Penjaga Benang Agar Tidak Kusut)  -Patubobohon ( Alat Untuk Mengukur Panjangnya Kain Tenunan)    Makna Di Balik Warna Ulos Batak    -Putih (Melambangkan Kesucian Dan Kejujuran)  -Merah (Melambangkan Kepahlawanan Dan Keberanian)  -Kuning (Melambangkan Kesuburan Dan Kekayaan)  -Hitam (Melambangkan Duka)  Untuk pemakaiannya kain Ulos Batak tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:  -Perkawinan (Menggunakan Ulos Batak Ragi Idup yang bercorak Cerah)  -Pemakaman (Menggunakan Ulos Batak Ragi Hotang yang bercorak Gelap)    Orang Batak juga mengenal upacara Mang Ulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi Ulos Batak itu adalah:  -Orangtua Kepada Anak-anaknya  -Adik Kepada Kakaknya  -Hula Hula (Keluarga Suku Batak Laki-laki dari Pihak Perempuan) Kepada Boru.    Jenis Jenis Ulos Batak    Catatan:Tidak tertutup kemungkinan jenis Ulos Batak masih ada selain dibawah ini, kalau ada jenis Ulos Batak selain dibawah ini mohon ditambahkan Di komentar agar  bisa diketahui orang banyak, khususnya Orang Batak yang sudah tidak mengetahuinya.    Jenis jenis Ulos Batak Yang di Ketahui Saat penulisan Artikel ini:    1.Ulos Batak Ragidup    Ulos Batak yang paling tinggi derajat dari semua Ulos Batak menurut Suku Batak adalah ULOS RAGIDUP. Derajat Ulos Batak ini sering dijadikan Orang Batak menjadi simbol di suatu Gedong atau corak warna suatu Gedung atau rumah. Ulos Batak ini kalau kita cermati, seolah-olah semua coraknya/bentuknya terkesan hidup bersenyawa dalam kederajatannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mengapa disebut ULOS BATAK RAGIDUP. (Aragi artinya Hidup).     Gambar:Ulos Batak Ragidup   Ulos Batak Ragidup ini menjadi Simbol Kehidupan, dan cerminan hidup ini menjadi harapan buat orang Batak untuk hidup dalam waktu yang panjang atau lebih panjang umurnya daripada orang yang lebih tua sebelumnya. Sehingga bagi orang Batak, Tindakan Bunuh Diri menjadi suatu tindakan yang paling bodoh dan perlu dihindarkan dalam kondisi apapun. Ini pula yang menjadi salah satu mengilhami orang Batak punya prinsip     "Biar Miskin Yang Mendera Sepanjang Perjalanan hidup, Namun Tetap Harus Berrjuang Demi Hidup".    Biasanya Ulos Batak ini di pakaikan dengan cara di jadikan Selendang (Sitalihononton).  itu sebabnya ada Umpasa Suku Batak :    “Agia pe lapa lapa, asal di toru ni sobuan, Agia pe malap alap, asal ma di hangoluan, ai sai na boi do par talaga gabe parjujuon”.    Bagian-bagian / nama dan arti dari Ulos Batak Ragidup adalah sebagai berikut:    – Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada didunia ini ada batasnya.    – Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut “ badan “. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut “ ingananni pi narhalak “. Inganan ni pi narhalak terbagi dua lagi , yaitu inganan ni pi narhalak baoa (laki-laki) dang inganan ni pinarhalak boru-boru.  Bagian “badan “ tadi warnanya merah ke hitaman dan di tingkahi garis-garis putih yang disebut “honda “. Inganan ni pi narhalak tadi adalah simbol hagabeon, mar Anak dan mar Boru.    -Anting anting adalah simbol hamoraon, karena anting anting biasa nya terbuat dari emas.    -Sigumang(Beruang) adalah  simbol ke makmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan efisien, tidak banyak aksi.    -Parbue ni Ansimun (Biji Mentimun) adalah simbol melambangkan hahipason (ansimun si palambok,taoar si pangalumi).    Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut “ipon”, dan dicelah ipon-ipon tadi ada yang disebut dengan “rasianna”.    Cara Memeriksa Ulos Batak Ragidup yang baik :    -Ulos Batak Ragidup kelihatan jernih  -Tenunanya Rapi dan Ukuranya Benar  -Jumlah Honda harus Ganjil  -Jumlah Ipon harus Benar    Motif Ulos Batak ini agak rumit,dan menurut informasinya Ulos Batak ini menjadi Ulos Batak yang tersulit dibuat.    2.Ulos Batak Ragidup Silinggom    Perbedaan Ulos Batak Ragidup Silinggom ini dengan Ragidup biasa adalah bagian “ badan “. Ulos Batak ini punya badan yang kelihatan lebih linggom(gelap). Ulos Batak inilah yang paling tepat di berikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom(berlindung)di bawah kebijaksanaan nya.     Gambar:Ulos Batak Ragidup Silinggom      Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.Ulos Batak Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, Ulos Batak jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.Cara memakainya : sinampe sampehon.    3.Ulos Batak Bintang Marotur /Ulos Batak Maratur     Gamabar:Ulos Batak Bintang Marotur(Maratur)   Beginilah leluhur kita menyebut Ulos Batak ini, “On ma Ulos Batak ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot par sorhaon, par gantang pa monori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan. Ulos Batak ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.    4.Ulos Batak Godang/Ulos Batak Sadum Angkola     Gambar:ulos Batak Godang    Gambar:Ulos Batak Godang   Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos Batak ini mungkin yang paling Bagus coraknya dan Indah warnanya di antara semua Ulos Batak, sehingga Ulos Batak ini sangat Mahal. Lebar Ulos Batak ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.    Secara Tingkatan Derajat Ulos Batak Sadum/Ulos Batak Godang masih dibawah Ulos Batak RAGIDUP, tapi kalau masalah Harga, Ulos Batak ini jauh lebih mahal dari Ulos Batak Ragidup.    Ulos Batak Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos Batak ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar / godang (banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan).    Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.    Biasanya Ulos Batak Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai) , dihadang (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng atau ditalitalihon (dililit di pinggang).    5.Ulos Batak Ragi Hotang(hotang=rotan)    Ulos Btak inilah yang umumnya lebih banyak di Uloshon/dipakaikan/digunakan dalam pesta adat saat ini. Sangat Anggun saat Ulos Batak ini di Uloshon / dipakaikan / disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. “POTIR SI NAGOK” menjadi Julukan Ulos Batak Ragihotang yang paling terbaik dan terindah. Ulos Batak ini termasuk Berkelas Tinggi dan Mahal.     Gamabar:Ulos Batak Ragi Hotang     Cara pembuatannya tidak serumit pembuatan Ulos Batak lainnya seperti Ulos Batak Ragidup.    Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon Ulos Batak Ragihotang, yaitu:    “Hotang do Ragian, Hadang-hadangan Pansalongan, Sihahaan Gabe Sianggian, Molo Hurang Sinaloan"    ”Hotang Binebebe, Hotang Pinulos pulos Unang Iba Mandele, Ai Godang do Tudos-tudos"    ”Tumburni pangkat, tu tumbur ni hotang, tu si hamu mangalangka, sai di si mahamu dapotan"    ”Hotang hotari, hotang pulogos, gogo ma hamu mansari, asa dao napogos"    ”Hotang do bahen hirang, laho mandurung pora pora, sai dao ma nian hamu nasirang, alai lam balga ma holong ni roha"    ”Hotang di parapara, ijuk di parlabian, sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian"    Ulos Batak ini sering dijadikan menjadi baju, dipake juga untuk Mengafani Jenazah yang meninggal dan juga membungkus tulang belulang dalam acara penguburan ke dua kalinya (mangungkal holi)    6.Ulos Batak Si Tolu Tuho (Ulos Batak tiga cabang, Tuho = cabang pohon)    Keistimewaan dari Ulos Batak ini terlihat dalam motif gorganya terdapat TOLU (tiga) TUHO (Cabang/Bidang Arsiran).  Ulos Batak ini menggambarkan Simbol kekeraban Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu (di Ulos sering ditulis “ Paratur ni Parhundulon “ ).     Gamabar:ulos Batak Sitoli Tuho     Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, harus menyebutkan/ mengucapkan “sitolu saihot” yaitu :    -Pasupasu asa sai mar sihaholongan jala rap saur matua :    ”Sidangka ni arirang na so tupa sirang, di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan…badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai mar sigomgoman “    -Pasupasu hagabeon :    ”Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe di hamu riris, boru pe antong torop”    -Pasupasu pansamotan :    ”Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan, sai ro ma tu hamu angka na uli,songon i nang pansamotan"    7.Ulos Batak Bolean(Bolean = membelai-belai)     Gambar:ulos Batak Bolean     Ulos Batak ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Membelai-belai, di maksudkan untuk menghilangkan rasa sedih (Mangapuli) agar hati anak yang sudah kehilangan Orang Tua tabah menghadapinya.    8.Ulos Batak Si Bolang (Ulos Batak karena jasa)    Ulos Batak Sibolang disebut juga sibulang yang diberikan untuk memberikan rasa hormat karena jasanya.     Gambar:ulos Batak Sibolang   Misalkan, Seorang Ulu balang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu ketentraman Manusia(Jaman Dulu).    Jaman sekarang, Ulos Batak ini diberikan kepada Amang ni hela dan Ulos Batak ini disebut sebagai “Ulos Batak pansamot na sumintahon” supaya Amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung.    Perumpamaannya:    “ na gogo mansamot jala parpomparan sibulang bulangan”.   “Marasar sihosari, di tombak ni panggulangan sai halak na gogo ma hamu mansari, jala parpomparan sibulang bulangan".    Ulos Batak sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian dan biasanya dililitkan di Kepala yang sudah Janda (Namabalu) saat kondisi suami meninggal.    9.Ulos Batak Mangiring    Sering diberikan sebagai Ulos Batak parompa untuk menggendongan anak, dengan harapan anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan orang tuanya, kalau jaman dulu katanya Ulos Batak ini sering dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda.     Gambar:Ulos Batak Mangiring   Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,     “Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”    Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).  Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:    -Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.    -Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.    -Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.    Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.  Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.      itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.  "Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.
Gambar:Ulos Batak Mangiring

Kepada pasangan pengantin, Ulos Batak ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa,

NB:jenis Ulos Batak Di atas hanyalah Sebagian Kecil,Masih banyak Jenis-jenis Ulos Batak Lainya Yang Belum Di Post Di Artikel Ini

“Giringgiring gosta gosta, sai tibu ma hamu mangiring iring, huhut mangompa-ompa”

Biasanya Ulos Batak ini dipakaikan dengan cara dijadikan Selendang (Sitalihononton).
Pemakaian Ulos Batak ini biasanya dilakukan sebagai berikut:

-Siabithononton (dipakai dibadan) yaitu Ulos Batak Ragidup, Ulos Batak Sibolang, Ulos Batak Ragi Pangko, Runjat, Djobit, Simarindjamisi.

-Sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditengteng) yaitu Ulos Batak Sirara, Ulos Batak Sadum, Ulos Batak Sumbat, Ulos Batak Bolean, Mangiring, Surisuri.

-Sitalitalihononton (dililit di pinggang) Yaitu Ulos Batk Tumtuman, Mangiring,Padangrusa.

Ulos Mangiring asli berasal dari tenun Tarutung yang didominasi banyak warna diantaranya biru, hijau, kuning, merah, dan benang emas. Warna dasar yang banyak di tenun diantaranya hitam dan merah.
Pemakaian Ulos Mangiring ini biasanya digunakan sebagai ikat kepala oleh pria dan penutup kepala atau kerudung untuk wanita sebelum mereka memiliki anak pertama ataupun ulos ini dipakai jika anak-anaknya sudah tumbuh dewasa.


itulah Sejarah Ulos Batak Dan Makna Yang Terkandung Di Setiap Jenis Nama Ulos.
"Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun Suku Batak, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia," dan Lain Sebagainya.



Komentar

Video Terbaru Kami

Online

Theme Editor by Seo v6