Langsung ke konten utama

10 Pertanyaan Seputar Ginjal Beserta Jawabanya

10 Pertanyaan Seputar Ginjal Beserta Jawabanya

10 Pertanyaan Seputar Ginjal Beserta Jawabanya     Makanan apa saja yang dapat menyehatkan ginjal?  1. Kembang Kol    Sayuran dari jenis kubis-kubisan ini ternyata mengandung banyak vitamin C dan juga merupakan sumber serat dan asam folat yang tinggi. Selain itu, kembang kol juga kaya akan indoles, tiosianat, glukosinolat, senyawa-senyawa ini berperan penting dalam membantu organ hati melawan zat racun yang dapat membahayakan DNA dan membran sel.  Anda bisa menyajikan kembang kol ini sebagai tambahan pada salad, sup, atau sayuran rebus dan menjadikannya menu makanan keseharian. Menumbuknya menjadi pasta juga bisa dijadikan pengganti kentang tumbuk pada menu diet Anda. Selain itu, tingkat lemak yang tinggi pada tubuh juga akan memengaruhi fungsi ginjal. Jadi, mengonsumsi kembang kol ini sebaiknya dalam kondisi segar atau hanya direbus saja.    2. Bawang Bombai    Bumbu masakan yang sangat umum digunakan di masyarakat ini ternyata bisa dijadikan makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal. Aromanya yang khas merupakan penanda kandungan sulfur di dalamnya. Selain itu bawang bombai juga merupakan sumber kromium yang diketahui sangat baik dalam membantu metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat.  Bawang satu ini pun kaya akan kandungan flavonoid, terutama quecetin yang merupakan antioksidan kuat yang terbukti dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan dapat melindungi tubuh dari efek negatif kanker.  Untuk mendapatkan manfaat bawang bombai ini pada ginjal, Anda dapat menambahkannya seperti biasa pada makanan sebagai bumbu penambah aroma serta sebagai isian salad atau burger.    3. Paprika Merah    Bahan makanan berwarna merah terang ini ternyata juga sangat baik untuk ginjal. Rasanya yang lezat dan rendah potasium membuatnya efektif untuk diet ginjal Anda. Namun tidak hanya itu, paprika merah juga merupakan sumber vitamin A, C, B6, serat dan asam folat. Kandungan antioksidan jenis lycopene nya yang tinggi juga dapat melindungi ginjal Anda dari kanker.    Oleh karena khasiat paprika merah inilah, jangan lupa untuk menambahkannya dalam menu makanan harian untuk meningkatkan fungsi ginjal Anda. Rasakan manfaat buah merah ini dengan langsung memakannya mentah-mentah, atau mencampurkannya dalam salad, sup ayam atau tumis tuna. Anda juga bisa memanggangnya bersama dading merah atau menjadikannya topping sandwich.    4. Kubis    Kubis merupakan sayuran kaya akan kandungan fitokimia yang sangat baik untuk membantu mencegah radikal bebas sebelum menyerang tubuh, terutama sistem kekebalan. Beberapa jenis fitokimia terbukti dapat melindungi tubuh dan menangkal risiko kanker serta meningkatkan kesehatan kardiovaskular.  Sulforaphane merupakan fitokimia yang banyak terdapat pada kubis. Zat ini dipercaya dapat mencegah dan menghentikan pertumbuhan alami kanker pada kolon, prostat, kandung kemih, payudara, ovarium dan paru-paru.  Selain itu, kubis juga kaya akan vitamik C, K, dan serat, serta juga merupakan sumber asam folat dan vitamin B6 yang baik.  Segudang khasiat kubis tadi pastinya bisa meyakinkan Anda untuk menjadikan sayuran satu ini sebagai makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa fungsi ginjal yang baik sangat tergantung pada fungsi pencernaan yang sehat. kandungan serat pada kubis tadi juga bisa diandalkan untuk memperlancar fungsi pencernaan.    5. Bawang Putih    Bumbu dapur satu ini sudah lama dikenal sebagai obat anti peradangan, mencegah terbentuknya plak pada gigi dan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, bawang putih juga termasuk bahan makanan terbaik untuk meningkatkan fungsi ginjal. Untuk itu, jangan lupa untuk menambahkan bawang putih pada menu harian Anda.  Belilah bawang putih dalam bentuk segar atau dalam bentuk bubuk kemudian tambahkan dalam sup sayuran, pasta atau hidangan daging. Selain menambah kelezatan makanan, bubuk bawang juga sangat baik untuk menu diet Anda.    6. Bluberry    Buah satu ini mungkin tidak mudah ditemukan di indonesia. Namun, banyak makanan olahan menggunakan perasa buah bluberry ini sehingga sudah sangat familiar di lidah. Buah berwarna biru ini ternyata juga merupakan salah satu makan untuk meningkatkan fungsi ginjal. Kandungan antioksidan antosianin pada buah ini merupakan senyawa alami untuk mengatasi peradangan.  Selain itu, kandungan vitamin C, mangan dan seratnya dapat membantu tubuh melindungi otak dan tulang dari efek negatif proses penuaan. Antioksidan dalam bluberry terbukti membantu memperlambat kerusakan tulang dan memelihara fungsi ginjal. Itulah mengapa bluberry juga dijadikan salah satu makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal.  Anda bisa mengonsumsi buah ini setiap hari untuk mendapatkan efek baiknya dalam mencegah penuaan dini serta menjaga kesehatan secara keseluruhan.    7. Minyak Zaitun    Minyak zaitun sudah dipercaya sejak lama sebagai bahan makanan yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan asam oleatnya yang tinggi dapat menjadi agen anti-inflamasi. Selain itu, lemak tak jenuh pada minyak zaitun dapat melindungi tubuh dari oksidasi dan degenerasi pada ginjal. Hal itu juga dikarenakan minyak ini kaya akan senyawa polifenol dan antioksidan membantu mencegah oksidasi dan pembengkakan.    Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun murni memiliki risiko kanker, penyakit jantung dan penyakit ginjal lebih rendah dibanding yang tidak mengonsumsinya. Untuk itu, mulai sekarang beralihlah menggunakan minyak zaitun sebagai pengganti minyak lain yang tidak ramah dengan ginjal Anda.  Lihat selengkapnya disini: Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan    8. Apel    Buah meja satu ini sudah lama dikenal dapat mencegah sembelit, mengurangi kadar kolesterol, melindungi tubuh dari risiko penyakit jantung dan kanker. Apel yang kaya akan zat anti-inflamasi dan serat ini sangat baik untuk menjaga fungsi ginjal. Bahkan orang yang sedang mengalami masalah pada ginjalnya juga disarankan banyak mengonsumsi buah Apel ini.    9. Putih Telur    Bahana makan yang sangat mudah didapat ini ternyata juga punya khasiat yang baik untuk ginjal. Hal itu karena putih telur merupakan protein murni dengan kualitas yang tinggi dengan kandungan asam amino esensial yang lengkap. Kandungan fosfornya juga paling sedikit dibanding sumber protein lain seperti daging dan kuning telur. Itulah mengapa putih telur dijadikan makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal.  Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa mengonsumsi putih telur dalam bentuk telur dadar, campuran kue, atau smoothie.    10. Ikan    Ikan selain kaya akan protein juga banyak mengandung lemak yang bersifat anti-inflamasi atau biasa disebut lemak omega-3. Kandungan lemak omega-3 inilah yang dapat membantu tubuh melawan beberapa jenis masalah kesehatan seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, bahkan kanker. Biasakan untuk makan ikan 3 kali seminggu untuk menjaga sistem pencernaan dan ginjal tetap sehat.    11. Air    Air merupakan zat dasar penyusun tubuh manusia, itulah mengapa air menjadi sangat penting dalam hal kesehatan tubuh. Kekurangan konsumsi air dapat serta merta menimbulkan masalah kesehatan. Itulah mengapa diharuskan untuk mengonsumsi air dalam jumlah cukup setiap harinya agar tubuh terhidrasi, tentunya ini juga akan berpengaruh pada organ sekresi seperti ginjal.  Air akan sangat dibutuhkan oleh ginjal dalam menyaring darah dan memproduksi urin. Tanpa air, tumpukan limbah di ginjal akan berisiko menjadi padatan yang kemudian disebut batu ginjal.  Konsumsi air yang cukup juga akan membantu mencegah infeksi saluran kemih. Jika Anda mengalami infeksi saluran kemih, makan risiko infeksi pada ginjal pun akan semakin besar. Oleh karena itu, cukupilah selalu asupan air untuk tubuh Anda dan jauhi pola hidup yang dapat menyebabkan dehidrasi.    12. Beras    Kalium adalah salah satu zat yang harus dihindari jika anda ingin menjaga dan meningkatkan fungsi ginjal. Namun, kalium juga sebetulnya sangat dibutuhkan oleh otot dan saraf untuk menjalankan fungsinya, meskipun kelebihan kalium juga bisa berakibat buruk pada otot.  Disinilah ginjal memainkan peranan penting dalam mengontrol kelebihan kalium dalam darah. Jika darah mengandung banyak kalium, itu berarti ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyeimbangkannya kembali.  Oleh karena itu, dibutuhkan bahan makan lain untuk membantu kerja ginjal ini, beras lah yang jadi pilihan. Beras dianjurkan karena mengandung sedikit kalium, sehingga dapat menurunkan kadar kalium dalam darah dan tentunya juga akan mempermudah kerja ginjal. Anda juga bisa menggantikan beras dengan kentang sebagai alternatif.    13. Keju dan Susu Kedelai    Fosfor merupakan salah satu zat penting untuk tulang, namun konsentrasi yang terlalu tinggi dari zat ini malah kan membuat tulang menjadi rapuh. Ginjal yang sehat kemudian akan membuat kelebihan zat fosfor tadi kembali ke kadar normalnya. Jika terlalu banyak fosfor di dalam darah, ginjal akan kesulitan menyaringnya. Hal inilah yang biasanya menyebabkan kondisi gagal ginjal.    Sementara itu, mengonsumsi keju dan susu kedelai dapat mengurangi konsentrasi fosfor dalam darah dengan segera. Fungsi inilah yang membuat kedua makanan tadi sangat dianjurkan untuk penderita masalah ginjal. Berkurangnya kadar fosfor dalam darah tentunya akan membantu memperbaiki keseluruhan fungsi ginjal.    14. Kacang Merah    Makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal yang terakhir adalah kacang merah. Jenis kacang-kacangan satu ini dipercaya sejak lama merupakan salah satu obat yang efektif untuk menyingkirkan batu ginjal. Untuk memperoleh manfaat kacang merah ini Anda bisa merebusnya dengan air selama kurang lebih 6 jam. Setelah itu, biarkan dingin dan ambil airnya, minumlah air ini untuk membantu mengobati masalah ginjal Anda.    Untuk menjaga agar ginjal Anda tetap prima dan terbebas dari berbagai masalah. Selain rajin mengonsumsi beberapa makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal seperti dijelaskan diatas, sebaiknya batasi juga asupan protein dan perbanyak makan sayuran.    Protein yang dicerna akan menghasilkan limbah berupa urea, ginjal lah yang akan menyaring zat ini dari darah kemudian mengeluarkannya dari tubuh. Itulah mengapa meskipun protein penting untuk tubuh, asupannya juga harus diperhatikan agar tidak berlebihan yang pada akhirnya akan memberatkan fungsi ginjal      Makanan apa yang dilarang untuk penyakit ginjal?     1. Makanan tinggi protein    Tubuh memerlukan protein sebagai zat pembangun dan pendorong metabolisme dalam tubuh. Namun, bagi penderita penyakit gagal ginjal kronis, makanan tinggi protein menyebabkan penumpukan produk limbah yang terlalu besar di ginjal.  Daging sapi, domba, ayam, ikan, kuning telur, susu dan makanan olahan susu adalah contoh makanan kaya protein. Bila Anda memiliki penyakit ginjal, makan terlalu banyak atau terlalu sedikit protein bisa membuat Anda merasa tidak sehat. Jadi, konsumsilah protein sewajarnya untuk membantu mengurangi beban kerja ginjal membilas produk limbah dalam darah Anda.    2. Makanan tinggi fosfor    Mineral fosfor dapat membantu ginjal dalam menyaring zat sisa yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Namun sayangnya, terlalu banyak fosfor dalam tubuh justru dapat mengganggu kerja ginjal. Itu sebabnya, bagi Anda yang memiliki penyakit ginjal, disarankan agar membatasi konsumsi fosfor agar tidak memberatkan kerja ginjal Anda. Beberapa makanan yang tinggi fosfor, di antaranya:  Produk olahan susu seperti keju, yogurt, dan es krim (Anda bisa menggunakan pengganti susu untuk membatasi fosfor)    Selai kacang    Sarden    Minuman bersoda    Bir    3. Makanan tinggi garam    Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam (natrium) akan menyebabkan tekanan darah meningkat dan memproduksi cairan tubuh dalam tingkat yang tidak aman. Meningkatnya produksi cairan dalam tubuh akan mengakibatkan pembengkakan di area pergelangan kaki. Itu sebabnya, bagi Anda penderita gagal ginjal kronis, batasi makanan yang tinggi garam, seperti:  Daging kalengan (bacon, ham, sosis, daging kornet, dan ikan asap)    Ikan kalengan dan kerang    Keripik asin dan kacang asin    Mie instan    Acar    Makanan cepat saji    4. Makanan tinggi kalium    Kalium adalah mineral yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengendalikan tekanan darah. Namun, pada penderita gagal ginjal kronis, ginjal tidak mampu mengendalikan kadar kalium dalam darah yang berlebih. Kalium paling banyak ditemukan dalam buah dan sayuran. Berikut ini beberapa jenis buah dan sayuran yang mengandung kalium tinggi.  Kentang    Asparagus    Labu    Brokoli    Bayam    Alpukat    Pisang    Buah kering    Jeruk    Kiwi    Melon    Anggur    Aprikot      Pada dasarnya, untuk memastikan apa saja pantangan makanan bagi penderita gagal ginjal kronis, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Pasalnya, beragam pantangan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan kalori, berat badan, dan kondisi si pasien. Bahkan, bila perlu dokter dapat menyarankan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan ahli gizi.    Makanan apa yang baik untuk penderita ginjal?   1. Kurangi garam dan makanan yang mengandung natrium    Mengontrol asupan makanan yang mengandung garam dan natrium dalam diet Anda dapat membantu menjaga tekanan darah Anda. Anda disarankan untuk mendapatkan hanya 2300 mg natrium per harinya, natrium ini bisa didapatkan dari garam dalam makanan maupun natrium dalam makanan kemasan.    Anda harus berhati-hati saat membeli makanan kemasan, makanan jadi, atau makanan olahan. Perhatikan informasi nilai gizi yang tertera dalam setiap makanan kemasan. Sehingga, Anda bisa membatasi asupan garam atau natrium Anda maksimal 2300 mg per hari.    2. Konsumsilah protein dalam jenis dan jumlah yang tepat    Mengontrol asupan protein Anda dapat membantu melindungi ginjal Anda. Asupan protein yang tinggi dalam diet Anda hanya akan membuat kondisi ginjal Anda memburuk karena dapat memberatkan kerja ginjal. Oleh karena itu, pada penderita gangguan ginjal, sebaiknya Anda batasi konsumsi protein Anda atau ubah makanan sumber protein yang biasa Anda makan. Untuk mengetahui berapa jumlah protein yang sebaiknya Anda makan dan makanan sumber protein apa saja yang sebaiknya Anda makan, sebaiknya tanyakan lebih jelas pada dokter dan ahli gizi Anda.    Beberapa makanan sumber protein yang bisa Anda makan adalah ayam, ikan, daging tanpa lemak, telur, dan susu (sumber protein hewani), serta kacang-kacangan yang merupakan sumber protein hewani.    3. Batasi asupan makanan yang mengandung fosfor    Hal ini sangat direkomendasikan bagi Anda penderita gangguan ginjal karena untuk melindungi tulang dan pembuluh darah Anda. Pada ginjal yang sehat, ginjal mampu menjaga kadar fosfor yang ada di tubuh sehingga tubuh berfungsi dengan baik. Namun, pada ginjal yang sudah mengalami gangguan, kadar fosfor dalam tubuh bisa tidak terkontrol dan mengalami peningkatan. Hal ini kemudian bisa membuat tulang melemah dan pembuluh darah kaku karena terjadi penumpukan fosfor.    Untuk mencegah hal ini, maka Anda disarankan untuk membatasi asupan fosfor Anda. Beberapa makanan yang mengandung fosfor tinggi adalah:    Susu dan beberapa produk susu, seperti yogurt dan keju. Namun, beberapa produk susu mengandung kadar fosfor yang lebih rendah, seperti mentega, krim keju, dan keju ricotta.    Ikan, ayam, dan daging    Kacang-kacangan    Gandum    Cokelat    Fast food dan makanan yang sudah diproses    Jika Anda membeli makanan kemasan, sebaiknya perhatikan bahan-bahan yang dikandungnya. Jika bahan-bahan dalam makanan kemasan tersebut ada yang memakai kata “phos/fos” artinya makanan kemasan tersebut mengandung fosfor.    Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran karena banyak buah dan sayuran hanya mengandung fosfor dalam jumlah yang rendah. Selain itu, makanan lain yang mengandung fosfor rendah adalah roti, pasta, nasi, dan sereal.    4. Batasi makanan yang mengandung kalium    Saat ginjal Anda mengalami masalah, kadar kalium dalam darah Anda bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kadar kalium yang tidak terkontrol ini dapat menyebabkan saraf dan otot tidak bekerja dengan baik. Hal ini juga dapat menyebabkan kram otot, lemah otot, dan masalah pada denyut jantung. Oleh karena itu, Anda juga harus membatasi kadar kalium darah darah Anda untuk membantu kerja saraf dan otot.    Beberapa makanan yang mengandung kalium tinggi dan harus Anda batasi adalah:    Jeruk, pisang, alpukat, melon, kiwi    Kentang, tomat, bayam, asparagus    Nasi merah    Susu dan produk susu    Roti dan pasta gandum    Kacang-kacangan    Sedangkan, makanan yang mengandung kalium rendah dan bisa menjadi pilihan Anda adalah:    Apel, pir, anggur, nanas, strawberi, semangka    Wortel, selada, brokoli, kol, seledri, mentimun, terong, bawang, lada    Roti dan pasta    Nasi putih    Daging dan ayam    Kacang hijau    Jika Anda membeli makanan kemasan, sebaiknya perhatikan apakah di dalamnya terkandung kalium klorida. Biasanya kalium klorida digunakan dalam makanan kemasan sebagai garam pengganti. Jika terkandung, sebaiknya Anda tidak memilih makanan kemasan tersebut. Jika Anda membeli buah atau sayuran kaleng, sebaiknya tiriskan sebelum dimakan.    5. Batasi asupan cairan Anda    Ini juga sangat penting bagi Anda yang menderita gangguan ginjal. Walaupun konsumsi banyak air disarankan untuk orang sehat, namun berbeda bagi penderita gangguan ginjal. Ginjal yang sudah rusak tidak mampu lagi menyaring kelebihan cairan yang ada di tubuh. Sehingga, terlalu banyak cairan dalam tubuh akan membahayakan, bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, pembengkakan, dan gagal jantung. Kelebihan cairan juga dapat mengelilingi paru-paru Anda yang membuat Anda sulit bernapas.    Sebaiknya tanyakan ke dokter Anda berapa banyak cairan yang harus Anda asup tiap harinya. Banyaknya cairan yang diperlukan oleh tubuh Anda tergantung dari keparahan penyakit ginjal Anda.    Ingat, cairan yang masuk ke tubuh Anda tidak hanya Anda dapatkan dari minuman, tetapi juga dari makanan dan ini harus Anda perhitungkan juga. Sebaiknya tidak konsumsi makanan yang mengandung banyak cairan, seperti sup, es krim, semangka, melon, anggur, dan tomat. Juga, sebaiknya Anda tidak konsumsi makanan yang membuat Anda cepat haus, seperti makanan bergaram dan es.    Apa obat sakit ginjal yang alami?   1.Air Putih    Minum air putih adalah obat batu ginjal alami yang bisa Anda andalkan. Bahkan minum air putih juga penting untuk mencegah batu ginjal kembali terbentuk.  Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda harus minum air putih setidaknya 8 gelas per hari. Dengan begitu, Anda telah membantu meringankan kerja ginjal.    Sementara beberapa ahli menyatakan bahwa minum air putih sebanyak 12 gelas per hari bisa bantu memperlambat tumpukan mineral di ginjal.    Selain itu, Anda juga sebaiknya selalu perhatikan warna urin Anda. Bila urin berwarna kuning pekat, itu tanda tubuh mengalami dehidrasi dan dapat membuat tumpukan mineral semakin besar.    2.Air Lemon    Obat batu ginjal alami lain yang tidak kalah praktis adalah air lemon. Anda dapat menambahkan perasan lemon ke segelas air. Lemon mengandung sitrat yang merupakan bahan kimia yang mencegah pembentukan batu kalsium.    Sitrat juga diketahui dapat membantu memecah batu-batu kecil sehingga mencegah juga terjadinya penyumbatan yang bisa terjadi di ureter.    3.Cuka Apel    Sari cuka apel mengandung asam asetik yang diyakini bisa bantu menghancurkan batu ginjal. Selain itu, cuka apel juga membantu mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan oleh batu ginjal.    Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda dapat menambahkan 2 sendok makan sari cuka apel dalam 250 ml atau satu gelas. Selain diminum, Anda juga bisa mencampurnya dalam salad dengan mencampurnya bersama saus salad Anda.    Akan tetapi, Anda tidak boleh mengonsumsinya berlebihan dari jumlah tersebut. Bagi Anda yang mengalami diabetes melitus sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter Anda.    4.Jus Seledri    Jus seledri dianggap sebagai jus yang dapat membersihkan racun, termasuk membersihkan tumpukan mineral yang mengkristal di ginjal. Jus seledri ini memang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan sudah tidak asing lagi.    Seledri sendiri mengandung antioksidan dan senyawa yang dikenal dapat meningkatkan produksi urin sehingga dapat membantu mengurangi kemungkinan terbentuknya batu-batu ginjal baru.    5.Jus Buah Delima    Buah delima selama berabad-abad juga dikenal sebagai buah yang sangat penting dalam pengobatan tradisional. Buah delima diyakini dapat meningkatkan fungsi ginjal secara keseluruhan yang bisa membantu melarutkan batu ginjal dan racun yang ada dalam tubuh.        Buah delima juga dapat menurunkan tingkat keasaman urin. Tingkat keasaman yang lebih rendah akan mengurangi risiko tubuh Anda membentuk batu ginjal.   Buah apa yang bisa menghancurkan batu ginjal?   1. Buah Lemon    Buah penghancur batu ginjal yang pertama ialah lemon, buah ini bisa membantu mengurangi batu ginjal yang telah terbentuk. Fungsi lemon adalah mencairkan batu ginjal kecil lalu membuangnya keluar dari tubuh.    2. Buah Apel    Selain rasanya yang enak buah satu ini juga kaya akan khasiat salah satunya ialah membantu mengatasi batu ginjal, apel sangat kaya akan antioksidan berupa vitamin A serta C dan vitamin ini merupakan yang bisa mengatasi batu ginjal secara alami.    3. Buah Semangka    Berikutnya ada buah semangka buah yang kaya akan kandungan air, selain terkenal mampu mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi buah semangka juga bisa membantu mengatasi batu ginjal secara alami.    Namun segera hentikan bila sudah terlalu banyak mengkonsumsi semangka, karena buah satu ini juga bisa memicu tekanan darah rendah      Apakah gagal ginjal bisa disembuhkan?     Jawabannya ialah bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Dalam beberapa kasus, cuci darah pada kasus gagal ginjal sementara atau yang belum memasuki masa akut bisa dihentikan saat ginjal Anda sembuh dan sudah dapat melakukan fungsi yang seharusnya.  Namun, lain cerita pada orang yang mengalami gagal ginjal kronis. Orang dengan gagal ginjal kronis stadium akhir biasanya membutuhkan transplantasi ginjal. Sayangnya menemukan donor ginjal yang cocok tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itulah pasien gagal ginjal kronis dengan kondisi akut memerlukan dialisis sampai donor ginjal yang cocok tersedia.  Namun, sering kali orang yang membutuhkan donor ginjal harus menelan kenyataan pahit karena tidak menemukan donor yang cocok. Atau mungkin kondisinya tidak cukup baik untuk menjalani operasi besar. Jika hal ini terjadi maka dialisis kemungkinan besar diperlukan seumur hidup Anda.  Kebanyakan orang dapat tetap menjalani dialisis selama bertahun-tahun, walaupun cara ini hanya dapat mengimbangi hilangnya sebagian fungsi ginjal. Fakta medis membuktikan bahwa orang bisa meninggal saat menjalani cuci darah jika mereka tidak juga menjalani transplantasi ginjal. Risiko ini meningkat terutama pada orang lanjut usia dan mereka yang memiliki masalah kesehatan lainnya.  Seseorang yang memulai dialisis pada usia akhir 20-an memiliki harapan hidup hingga 20 tahun atau lebih. Namun, orang dewasa berusia di atas 75 tahun mungkin hanya bertahan selama dua sampai tiga tahun. Lagi-lagi hal ini tergantung pada kondisi kesehatan pasien.  Namun, hal yang perlu menjadi perhatian bahwa kelangsungan hidup orang-orang yang menjalani dialisis telah meningkat selama sepuluh tahun terakhir dan diperkirakan akan terus meningkat di masa depan.    Bolehkah penderita gagal ginjal berhenti cuci darah?    Keputusan untuk menghentikan proses cuci darah menjadi keputusan yang harus dilakukan oleh dokter dan pasien. Jika pasien menjalani dialisis karena gagal ginjal akut, maka pemulihan bisa saja terjadi dan dialisis dapat dihentikan. Tetapi jika pasien menjalani dialisis karena penyakit ginjal kronis, maka menghentikan dialisis bisa meningkatkan tingkat keparahan penyakit yang bisa berujung pada kematian.  Orang dengan gagal ginjal yang melakukan cuci darah atau transplantasi ginjal memungkinkan mereka hidup lebih lama dan menikmati hidupnya. Namun, setiap orang tetap memiliki pilihannya masing-masing. Mereka berhak memilih apa dan bagaimana pengobatan yang mereka terima.  Tanpa dialisis yang berkelanjutan atau transplantasi ginjal, orang yang memiliki penyakit ginjal stadium akhir dapat mengalami sindrom uremia, di mana toksin terbentuk di dalam darah. Pasien akan menerima obat apa saja yang diperlukan untuk mengatasi gejala uremia dan kondisi medis lainnya. Namun, jika racun sudah terlanjur menumpuk hal ini dapat menyebabkan kematian.    Apa yang terjadi setelah dialisis dihentikan?    Pasien yang menghentikan dialisis akan menerima perawatan paliatif. Perawatan paliatif adalah perawatan yang bisa didapatkan para pasien yang menderita penyakit kronis dengan stadium lanjut, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peningkatan hidup dilakukan dengan cara pendekatan dari sisi psikologis, psikososial, mental serta spiritual pasien, sehingga membuat pasien lebih tenang, bahagia, serta nyaman ketika menjalani pengobatan.  Pada penderita gagal ginjal yang menghentikan proses cuci darah, racun dalam tubuhnya akan menumpuk. Racun yang berkembang pada seseorang akan berakibat pada perubahan fisik dan emosional tertentu. Di samping itu, tubuh memiliki cara alami untuk mempersiapkan dirinya berhenti berfungsi.  Keluarga dan orang terdekat ada baiknya memahami perubahan yang terjadi. Hal ini berfungsi juga untuk menyiapkan mental pasien dan keluarga. ada tubuh pasien dapat membantu teman dan anggota keluarga pasien untuk mempersiapkan mental keluarga maupun orangnya. Serangkaian perubahan fisik yang mungkin terjadi mencakup:  Kehilangan nafsu makan dan kelebihan cairan    Tidur hampir sepanjang hari    Gelisah    Disorientasi, seringkali terlihat linglung dan kebingungan mengenali wajah yang familiar    Adanya perubahan pada pola pernapasan bisa jadi tidak teratur, terlalu cepat atau bahkan terlalu lambat. Bisa juga terdengar seperti terengah-engah.Pola pernapasan yang berubah mengindikasikan penurunan sirkulasi di organ dalam dan penumpukan racun.    Perubahan warna dan suhu kulit      Obat-obatan dapat diberikan untuk mengobati rasa sakit atau kegelisahan. Namun, obat-obatan lain sering dihentikan saat seseorang memutuskan untuk berhenti menjalani perawatan cuci darah karena mengobati kondisi kronis penyakitnya tidak lagi menjadi prioritas.  Sebuah studi melaporkan bahwa pasien yang menghentikan cuci darah biasanya mengalami kematian yang tenang dan bebas dari rasa sakit.   Apa yang menyebabkan sakit ginjal?     Gejala Penyakit Ginjal    Gejala penyakit ginjal tergantung dari jenis penyakitnya dan apakah penyakit tersebut mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Beberapa gejala penurunan fungsi ginjal dan gejala penyakit ginjal secara spesifik, antara lain:    Terjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata.    Mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.    Volume urine dan frekuensi buang air kecil berkurang.    Urine berbusa.    Merasa lelah dan sesak napas.    Kulit kering dan terasa gatal.    Terjadi kram otot, terutama di tungkai.    Susah tidur.    Tekanan darah tinggi.    Gangguan irama jantung.    Penurunan kesadaran.    Pada gagal ginjal akut dapat terlihat tanda dehidrasi.    Nyeri punggung bawah dan urine bercampur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan infeksi ginjal.    Pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan menggigil.    Anak-anak yang mengalami penyakit ginjal akan mudah mengantuk, tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, dan pertumbuhannya terhambat.    Diagnosis Penyakit Ginjal    Untuk mendeteksi adanya gangguan pada ginjal, dokter dapat melakukan berbagai pemeriksaan penunjang, yaitu:    Tes urine. Dilakukan untuk mengetahui kadar albumin dalam urine. Albumin merupakan salah satu jenis protein yang seharusnya terkandung di dalam darah. Jika ada albumin di dalam urine, artinya ginjal tidak berfungsi dengan baik dan secara tidak langsung kadar albumin dalam darah akan menurun. Analisis dan kultur kuman dari urin juga dapat dilakukan, untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih dan kuman penyebab infeksi tersebut.    Tes darah. Dilakukan untuk memeriksa kadar kreatinin, yaitu sebuah zat yang berasal dari jaringan otot. Jika mengalami kerusakan, ginjal tidak bisa membuang kreatinin dari dalam darah. Melalui tes darah, dokter juga akan mengetahui laju filtrasi glomerulus (GFR) pasien. Hasil pemeriksaan GFR akan menunjukkan fungsi dan kondisi ginjal pasien. Selain fungsi ginjal, tes darah dapat melihat Hb yang menurun karena produksi sel darah merah yang menurun.    Pemindaian. USG ginjal dan CT scan ginjal serta saluran kemih (urografi) dapat melihat kemungkinan batu ginjal dan penyakit ginjal polikistik.    Pengobatan Penyakit Ginjal    Sebelum menentukan jenis pengobatan untuk penyakit ginjal, dokter akan memastikan penyebabnya terlebih dulu. Beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ginjal adalah:    Obat-obatan. Dalam mengobati penyakit ginjal, dokter akan memberikan salah satu obat darah tinggi dari golongan ACE inhibitors (contohnya ramipril, captopril) atau ARBs (contoh valsartan, irbesartan). Selain mengontrol tekanan darah, kelompok obat ini juga bisa mengurangi kadar protein di dalam urine. Hormon erythropoietin (EPO) juga dapat diberikan pada penderita penurunan fungsi ginjal dengan anemia. Untuk infeksi ginjal dokter akan memberikan antibiotik selama satu sampai dua minggu.    Prosedur terapi batu ginjal. Batu ginjal yang kecil dan dengan gejala yang ringan tidak perlu tindakan khusus untuk mengatasinya. Pasien akan dianjurkan untuk minum 2 sampai 3 L per hari untuk membilas saluran kemih, diberikan obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen, serta diberikan obat untuk melemaskan otot saluran kemih (alpha blocker) sehingga batu dapat keluar dengan cepat dan tanpa nyeri. Bila batu cukup besar dan dianggap tidak dapat keluar sendiri, dilakukan beberapa prosedur untuk mengeluarkan batu dari ginjal, yaitu:  Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Batu dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga dapat dibuang bersama urine dengan menggunakan gelombang suara yang menghasilkan getaran dari mesin ESWL.    Ureteroscopic Lithotripsy (URS). Melalui metode URS akan dimasukkan selang yang dilengkapi dengan kamera ke dalam saluran kemih melalui lubang tempat urine keluar. Kemudian, batu akan dihancurkan dengan alat khusus sehingga menjadi ukuran yang lebih kecil, agar dapat dikeluarkan lewat saluran kemih.    Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL). PCNL dilakukan dengan mengambil batu dengan alat khusus yang dimasukkan melalui punggung untuk mencapai ginjal. Tindakan ini membutuhkan pembiusan (anestesi) umum.    Diet. Ginjal berfungsi untuk menyaring zat limbah tubuh, beberapa mineral dan cairan. Bila terdapat penurunan fungsi ginjal, sulit bagi ginjal untuk membuang zat-zat limbah tersebut. Oleh karena itu pola diet yang sebaiknya dijalani oleh penderita penurunan fungsi ginjal adalah diet rendah protein dan beberapa mineral seperti natrium, kalium, serta fosfat. Selain itu penting untuk membatasi asupan cairan, sehingga cairan tidak menumpuk dalam tubuh.    Terapi pengganti ginjal. Jika ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, terdapat tiga cara untuk menggantikan tugas ginjal, yaitu:  Cuci darah atau hemodialisis. Menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah. Diperlukan akses di pembuluh darah untuk dihubungkan ke dalam mesin. Bila diperlukan untuk cuci darah segera, akan dipasang kateter di pembuluh darah vena di leher, yaitu selang seperti infus yang biasa dipasang di tangan, namun dipasang pada pembuluh darah besar di leher. Bila cuci darah dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino.    Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Berbeda dengan cuci darah, CAPD menggunakan selaput pada dinding perut dalam untuk mencuci darah. Sama halnya dengan cuci darah, CAPD juga membutuhkan akses permanen seperti selang yang akan dipasang melalui dinding perut. Cairan yang digunakan untuk mencuci darah akan dimasukkan ke dalam selang tersebut dan didiamkan beberapa waktu sebelum akhirnya dibuang.    Cangkok ginjal atau transplantasi ginjal. Dilakukan dengan memindahkan satu ginjal dari donor yang cocok dan ditanamkan ke dalam tubuh penderita. Sebelum dilakukan transplantasi, akan dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan apakah pasien merupakan kandidat yang baik untuk transplantasi ginjal. Dan setelah dilakukan cangkok, pasien akan minum sejumlah obat agar tubuh dapat menerima organ donor. Bila transplantasi sukses, pasien tidak perlu menjalani terapi pengganti ginjal yang lain.    Pencegahan Penyakit Ginjal    Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut. Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, maka lama-kelamaan ginjal akan rusak. Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin.     Apa ciri ciri orang terkena penyakit ginjal?     1. Warna urine berubah    Gejala sakit ginjal yang biasanya muncul dan dirasakan paling awal adalah perubahan warna urine menjadi lebih keruh dari biasanya.    Selain itu, kebiasaan buang air kecil Anda juga bisa berubah; entah jadi lebih sering atau lebih jarang pipis. Anda biasanya jadi lebih sering buang air kecil di malam hari.     Anda juga mungkin merasa nyeri saat buang air kecil. Jika Anda mengidap gagal ginjal akut, ada kemungkinan air kencing keluar beserta bercak darah. Dalam beberapa kasus, kencing berbusa juga bisa jadi gejala sakit ginjal,    2. Badan jadi gampang capek    Ginjal sehat akan terus memproduksi hormon eritropoietin secara teratur untuk meningkatkan produksi sel darah merah baru.    Ketika ginjal mengalami kerusakan, produksi hormon eritropoetin menjadi menurun. Akibatnya, produksi sel darah merah yang membawa oksigen pun menurun. Ini membuat tubuh jadi mudah capek.    3. Beberapa bagian tubuh akan membengkak    Ginjal yang sudah rusak tidak bisa lagi menyaring limbah kotoran sebaik dulu sehingga ada banyak protein yang terbuang ke dalam urine.    Kurangnya protein dalam darah dapat menyebabkan tungkai tangan dan kaki membengkak. Orang yang punya masalah ginjal juga mungkin mengalami pembengkakan pada wajah dan kedua mata.    4. Gatal-gatal    Terganggunya kerja ginjal membuat kotoran sisa metabolisme menumpuk. Hal ini akan berdampak buruk pada kulit.    Penyakit ginjal dapat menimbulkan rasa gatal, ruam kemerahan, serta kulit kering. Jika gatal tersebut terus digaruk bisa timbul luka atau pendarahan ringan. Sayangnya, rasa gatal karena gejala sakit ginjal seringkali diabaikan.    Meski krim kulit dan salep memang dapat membantu mengurangi gejala sakit ginjal yang timbul pada kulit, tetapi hal ini tidak menyembuhkan masalah pada ginjal Anda.    5. Selalu mual dan ingin muntah    Sakit ginjal yang sudah akut atau jika sudah sampai tahap gagal ginjal sering disebut juga sebagai silent killer. Disebut demikian karena gejalanya yang sulit dideteksi, seperti mual dan muntah. Banyak sekali penyakit ringan yang gejalanya ditunjukkan dengan mual dan muntah, contohnya sakit maag.    Namun dalam kasus penyakit ginjal, gejala mual dan muntah muncul karena tumpukan limbah dan kotoran dalam darah tidak berhasil dikeluarkan. Hal tersebut dapat menyebabkan terganggunya pusat refleks muntah di otak dan sistem pencernaan, sehingga terjadilah mual dan muntah.    6. Sesak napas    Tidak berfungsinya ginjal membuat cairan masuk ke dalam paru-paru melalui darah. Hal ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup di dalam tubuh, terutama paru-paru.    Kurangnya oksigen dalam darah membuat tubuh Anda sulit berfungsi maksimal sehingga menyebabkan napas menjadi terengah-engah dan memburu.    7. Sakit pinggang    Bagi yang suka sakit pada bagian pinggang, baik kanan ataupun kiri, baiknya Anda waspada. Gejala sakit ini bisa saja disebabkan oleh batu ginjal.    Kadang, gejala dari adanya batu ginjal tidak terlalu kelihatan jelas tapi kemungkinan besar akan menimbulkan nyeri pada pinggang akibat terjepitnya batu ginjal dalam ureter.    8. Kurang konsentrasi dan pusing    Ketika ginjal Anda tidak dapat bekerja dengan baik, oksigen akan sulit disuplai ke seluruh tubuh, terutama ke otak.    Kurangnya suplai oksigen ke otak memicu terjadinya pusing, kurang konsentrasi, daya ingat yang lemah, dan kepala yang terasa kliyengan.   Apa ciri ciri ginjal bermasalah?     1. Perubahan warna kencing    Ini merupakan gejala ginjal bermasalah yang utama. Jika Anda memiliki perubahan-perubahan berikut, lebih baik Anda segera memeriksakannya pada dokter Anda:    Perubahan tekanan aliran kencing saat buang air kecil    Beragam gangguan saat buang air kecil    Kencing berbusa    Warna kencing lebih gelap diikuti dengan frekuensi buang air kecil yang jarang atau sedikit-sedikit    Kencing berdarah    Keinginan untuk buang air kecil yang sering, bahkan di malam hari saat Anda tidur    2. Bengkak berlebihan    Karena ginjal Anda bertanggung jawab untuk menyaring cairan dalam tubuh Anda, maka cairan-cairan yang tidak tersaring ini akan membuat tubuh Anda membengkak. Ketika protein lolos dari penyaringan ginjal dan terbuang melalui urin, cairan dalam tubuh menjadi menumpuk dan mengakibatkan pembengkakan. Pembengkakan ini terutama terjadi pada tangan dan kaki Anda. Orang dengan masalah gejala ginjal biasa mengalami bengkak pada mata (puffy eyes).    Di sisi lain, protein dalam urine merupakan pertanda jelas bahwa Anda mengalami gejala ginjal yang bermasalah dan tidak dapat menyaring dengan baik. Jika hal ini terjadi, penyaring-penyaring pada ginjal akan membiarkan protein masuk bercampur dengan urine.    3. Sesak napas    Ketika ginjal Anda bekerja keras, cairan akan menumpuk pada ginjal bahkan berada di jaringan tubuh Anda lainnya seperti paru. Penumpukan cairan di paru inilah yang membuat Anda sesak napas. Kurangnya oksigen dalam darah membuat tubuh Anda juga menyebabkan napas menjadi terengah-engah dan memburu.    4. Kemerahan pada kulit (skin rashes)    Ketika tubuh Anda dipenuhi oleh racun, akan muncul berbagai proses pada tubuh yang terjadi untuk menghilangkan racun-racun tersebut. Salah satu caranya adalah melalui pori-pori kulit. Hal ini muncul berupa kemerahan, gatal, dan kering pada kulit.    Krim kulit dan salep memang dapat membantu mengurangi gejala yang timbul pada kulit, tetapi hal ini tidak menyembuhkan masalah gejala ginjal Anda.    5. Rasa besi pada mulut    Rasa tidak enak di lidah atau mulut bisa juga jadi gejala ginjal bermasalah. Terkadang, tubuh Anda akan terlalu banyak dipenuhi racun sehingga Anda dapat merasakannya secara langsung. Orang dengan ginjal yang tidak bekerja secara optimal, akan merasakan rasa besi pada mulutnya. Hal ini juga memicu ke napas yang bau tidak sedap (halitosis) dan menurunnya nafsu makan.    6. Kurang konsentrasi dan pusing    Ketika ginjal Anda tidak dapat menyaring racun dengan baik, oksigen akan sulit disuplai ke seluruh tubuh, terutama ke otak. Hal ini memicu terjadinya pusing, kurang konsentrasi, daya ingat yang lemah, dan kepala yang terasa kliyengan.    7. Nyeri pada punggung belakang (nyeri pinggang)    Nyeri pada punggung belakang sangat mungkin menjadi gejala ginjal bermasalah atau adanya infeksi pada organ sekitarnya. Nyeri ini dapat sebagai akibat dari adanya batu ginjal maupun infeksi saluran kencing.    8. Lemas    Pada orang sehat, ginjal akan memproduksi EPO (erythropoietin), yang dapat meningkatkan sel darah merah dalam darah Anda. Sel darah merah ini akan membawa oksigen ke bagian-bagian tubuh Anda. Nah, kurangnya EPO pada ginjal yang bermasalah membuat kadar oksigen berkurang sehingga dapat menyebabkan lemas.    Lemas yang sudah kronis juga merupakan gejala dari anemia. Sehingga penting untuk Anda membicarakannya dengan dokter apabila badan atau otot sering lemas tanpa sebab yang jelas.    9. Mual dan muntah    Karena zat sisa yang beracun berkumpul dalam darah Anda, hal ini dapat menyebabkan terganggunya pusat rasa muntah di tubuh sehingga terjadilah mual dan muntah. Mual dan muntah juga merupakan pertanda terjadinya infeksi saluran kencing, sehingga ada baiknya Anda segera menemui dokter. Terutama jika Anda juga merasakan adanya nyeri pada punggung belakang dan juga perut.    Cara mengetahui adanya gejala ginjal pada tubuh Anda    Penyakit ginjal awal biasanya tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui bagaimana kondisi ginjal Anda. Penting bagi ginjal Anda untuk diperiksa jika Anda memiliki faktor risiko utama seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal.    Berikut ini beberapa tes yang diperlukan untuk mendiagnosis penyakit ginjal:    Tes darah untuk memeriksa GFR Anda, yang memberi tahu seberapa baik ginjal Anda melakukan penyaringan. GFR singkatan dari laju filtrasi glomerulus.    Tes urin untuk memeriksa albumin dalam urin Anda. Albumin merupakan protein yang dapat mengalir ke dalam urin bila ada ginjal yang rusak.    Penting juga untuk memeriksa tekanan darah Anda. Tekanan darah tinggi bisa menjadi tanda penyakit ginjal. Itu sebabnya, jagalah tekanan darah Anda di bawah target yang ditetapkan oleh penyedia layanan kesehatan Anda. Bagi kebanyakan orang, target tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg.    Semakin cepat penyakit ginjal terdeteksi, semakin cepat Anda bisa mendapatkan pengobatan untuk membantu memperlambat atau mencegah gagal ginjal. Jika Anda memiliki diabetes, periksalah setiap tahun. Jika Anda memiliki faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal, bicara dengan dokter tentang seberapa sering Anda harus diperiksa.    Dokter mungkin menggunakan tes ultrasound (USG) untuk menilai struktur dan ukuran ginjal Anda. Tes pencitraan seperti CT scan ginjal juga dapat digunakan dalam beberapa kasus.    Dokter Anda mungkin juga merekomendasikan biopsi ginjal untuk mengambil contoh jaringan ginjal. Biopsi ginjal sering dilakukan dengan bius lokal menggunakan  jarum tipis dan panjang yang dimasukkan melalui kulit dan masuk ke ginjal Anda. Sampel biopsi dikirim ke laboratorium untuk pengujian dan membantu menentukan apa yang menyebabkan masalah ginjal Anda.
Bagian-bagian Tubuh Manusia

Makanan apa saja yang dapat menyehatkan ginjal?


1. Kembang Kol

Sayuran dari jenis kubis-kubisan ini ternyata mengandung banyak vitamin C dan juga merupakan sumber serat dan asam folat yang tinggi. Selain itu, kembang kol juga kaya akan indoles, tiosianat, glukosinolat, senyawa-senyawa ini berperan penting dalam membantu organ hati melawan zat racun yang dapat membahayakan DNA dan membran sel.
Anda bisa menyajikan kembang kol ini sebagai tambahan pada salad, sup, atau sayuran rebus dan menjadikannya menu makanan keseharian. Menumbuknya menjadi pasta juga bisa dijadikan pengganti kentang tumbuk pada menu diet Anda. Selain itu, tingkat lemak yang tinggi pada tubuh juga akan memengaruhi fungsi ginjal. Jadi, mengonsumsi kembang kol ini sebaiknya dalam kondisi segar atau hanya direbus saja.

2. Bawang Bombai

Bumbu masakan yang sangat umum digunakan di masyarakat ini ternyata bisa dijadikan makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal. Aromanya yang khas merupakan penanda kandungan sulfur di dalamnya. Selain itu bawang bombai juga merupakan sumber kromium yang diketahui sangat baik dalam membantu metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat.
Bawang satu ini pun kaya akan kandungan flavonoid, terutama quecetin yang merupakan antioksidan kuat yang terbukti dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan dapat melindungi tubuh dari efek negatif kanker.
Untuk mendapatkan manfaat bawang bombai ini pada ginjal, Anda dapat menambahkannya seperti biasa pada makanan sebagai bumbu penambah aroma serta sebagai isian salad atau burger.

3. Paprika Merah

Bahan makanan berwarna merah terang ini ternyata juga sangat baik untuk ginjal. Rasanya yang lezat dan rendah potasium membuatnya efektif untuk diet ginjal Anda. Namun tidak hanya itu, paprika merah juga merupakan sumber vitamin A, C, B6, serat dan asam folat. Kandungan antioksidan jenis lycopene nya yang tinggi juga dapat melindungi ginjal Anda dari kanker.

Oleh karena khasiat paprika merah inilah, jangan lupa untuk menambahkannya dalam menu makanan harian untuk meningkatkan fungsi ginjal Anda. Rasakan manfaat buah merah ini dengan langsung memakannya mentah-mentah, atau mencampurkannya dalam salad, sup ayam atau tumis tuna. Anda juga bisa memanggangnya bersama dading merah atau menjadikannya topping sandwich.

4. Kubis

Kubis merupakan sayuran kaya akan kandungan fitokimia yang sangat baik untuk membantu mencegah radikal bebas sebelum menyerang tubuh, terutama sistem kekebalan. Beberapa jenis fitokimia terbukti dapat melindungi tubuh dan menangkal risiko kanker serta meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
Sulforaphane merupakan fitokimia yang banyak terdapat pada kubis. Zat ini dipercaya dapat mencegah dan menghentikan pertumbuhan alami kanker pada kolon, prostat, kandung kemih, payudara, ovarium dan paru-paru.  Selain itu, kubis juga kaya akan vitamik C, K, dan serat, serta juga merupakan sumber asam folat dan vitamin B6 yang baik.
Segudang khasiat kubis tadi pastinya bisa meyakinkan Anda untuk menjadikan sayuran satu ini sebagai makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa fungsi ginjal yang baik sangat tergantung pada fungsi pencernaan yang sehat. kandungan serat pada kubis tadi juga bisa diandalkan untuk memperlancar fungsi pencernaan.

5. Bawang Putih

Bumbu dapur satu ini sudah lama dikenal sebagai obat anti peradangan, mencegah terbentuknya plak pada gigi dan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, bawang putih juga termasuk bahan makanan terbaik untuk meningkatkan fungsi ginjal. Untuk itu, jangan lupa untuk menambahkan bawang putih pada menu harian Anda.
Belilah bawang putih dalam bentuk segar atau dalam bentuk bubuk kemudian tambahkan dalam sup sayuran, pasta atau hidangan daging. Selain menambah kelezatan makanan, bubuk bawang juga sangat baik untuk menu diet Anda.

6. Bluberry

Buah satu ini mungkin tidak mudah ditemukan di indonesia. Namun, banyak makanan olahan menggunakan perasa buah bluberry ini sehingga sudah sangat familiar di lidah. Buah berwarna biru ini ternyata juga merupakan salah satu makan untuk meningkatkan fungsi ginjal. Kandungan antioksidan antosianin pada buah ini merupakan senyawa alami untuk mengatasi peradangan.
Selain itu, kandungan vitamin C, mangan dan seratnya dapat membantu tubuh melindungi otak dan tulang dari efek negatif proses penuaan. Antioksidan dalam bluberry terbukti membantu memperlambat kerusakan tulang dan memelihara fungsi ginjal. Itulah mengapa bluberry juga dijadikan salah satu makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal.
Anda bisa mengonsumsi buah ini setiap hari untuk mendapatkan efek baiknya dalam mencegah penuaan dini serta menjaga kesehatan secara keseluruhan.

7. Minyak Zaitun

Minyak zaitun sudah dipercaya sejak lama sebagai bahan makanan yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan asam oleatnya yang tinggi dapat menjadi agen anti-inflamasi. Selain itu, lemak tak jenuh pada minyak zaitun dapat melindungi tubuh dari oksidasi dan degenerasi pada ginjal. Hal itu juga dikarenakan minyak ini kaya akan senyawa polifenol dan antioksidan membantu mencegah oksidasi dan pembengkakan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun murni memiliki risiko kanker, penyakit jantung dan penyakit ginjal lebih rendah dibanding yang tidak mengonsumsinya. Untuk itu, mulai sekarang beralihlah menggunakan minyak zaitun sebagai pengganti minyak lain yang tidak ramah dengan ginjal Anda.
Lihat selengkapnya disini: Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan

8. Apel

Buah meja satu ini sudah lama dikenal dapat mencegah sembelit, mengurangi kadar kolesterol, melindungi tubuh dari risiko penyakit jantung dan kanker. Apel yang kaya akan zat anti-inflamasi dan serat ini sangat baik untuk menjaga fungsi ginjal. Bahkan orang yang sedang mengalami masalah pada ginjalnya juga disarankan banyak mengonsumsi buah Apel ini.

9. Putih Telur

Bahana makan yang sangat mudah didapat ini ternyata juga punya khasiat yang baik untuk ginjal. Hal itu karena putih telur merupakan protein murni dengan kualitas yang tinggi dengan kandungan asam amino esensial yang lengkap. Kandungan fosfornya juga paling sedikit dibanding sumber protein lain seperti daging dan kuning telur. Itulah mengapa putih telur dijadikan makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal.
Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa mengonsumsi putih telur dalam bentuk telur dadar, campuran kue, atau smoothie.

10. Ikan

Ikan selain kaya akan protein juga banyak mengandung lemak yang bersifat anti-inflamasi atau biasa disebut lemak omega-3. Kandungan lemak omega-3 inilah yang dapat membantu tubuh melawan beberapa jenis masalah kesehatan seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, bahkan kanker. Biasakan untuk makan ikan 3 kali seminggu untuk menjaga sistem pencernaan dan ginjal tetap sehat.

11. Air

Air merupakan zat dasar penyusun tubuh manusia, itulah mengapa air menjadi sangat penting dalam hal kesehatan tubuh. Kekurangan konsumsi air dapat serta merta menimbulkan masalah kesehatan. Itulah mengapa diharuskan untuk mengonsumsi air dalam jumlah cukup setiap harinya agar tubuh terhidrasi, tentunya ini juga akan berpengaruh pada organ sekresi seperti ginjal.
Air akan sangat dibutuhkan oleh ginjal dalam menyaring darah dan memproduksi urin. Tanpa air, tumpukan limbah di ginjal akan berisiko menjadi padatan yang kemudian disebut batu ginjal.
Konsumsi air yang cukup juga akan membantu mencegah infeksi saluran kemih. Jika Anda mengalami infeksi saluran kemih, makan risiko infeksi pada ginjal pun akan semakin besar. Oleh karena itu, cukupilah selalu asupan air untuk tubuh Anda dan jauhi pola hidup yang dapat menyebabkan dehidrasi.

12. Beras

Kalium adalah salah satu zat yang harus dihindari jika anda ingin menjaga dan meningkatkan fungsi ginjal. Namun, kalium juga sebetulnya sangat dibutuhkan oleh otot dan saraf untuk menjalankan fungsinya, meskipun kelebihan kalium juga bisa berakibat buruk pada otot.
Disinilah ginjal memainkan peranan penting dalam mengontrol kelebihan kalium dalam darah. Jika darah mengandung banyak kalium, itu berarti ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyeimbangkannya kembali.
Oleh karena itu, dibutuhkan bahan makan lain untuk membantu kerja ginjal ini, beras lah yang jadi pilihan. Beras dianjurkan karena mengandung sedikit kalium, sehingga dapat menurunkan kadar kalium dalam darah dan tentunya juga akan mempermudah kerja ginjal. Anda juga bisa menggantikan beras dengan kentang sebagai alternatif.

13. Keju dan Susu Kedelai

Fosfor merupakan salah satu zat penting untuk tulang, namun konsentrasi yang terlalu tinggi dari zat ini malah kan membuat tulang menjadi rapuh. Ginjal yang sehat kemudian akan membuat kelebihan zat fosfor tadi kembali ke kadar normalnya. Jika terlalu banyak fosfor di dalam darah, ginjal akan kesulitan menyaringnya. Hal inilah yang biasanya menyebabkan kondisi gagal ginjal.

Sementara itu, mengonsumsi keju dan susu kedelai dapat mengurangi konsentrasi fosfor dalam darah dengan segera. Fungsi inilah yang membuat kedua makanan tadi sangat dianjurkan untuk penderita masalah ginjal. Berkurangnya kadar fosfor dalam darah tentunya akan membantu memperbaiki keseluruhan fungsi ginjal.

14. Kacang Merah

Makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal yang terakhir adalah kacang merah. Jenis kacang-kacangan satu ini dipercaya sejak lama merupakan salah satu obat yang efektif untuk menyingkirkan batu ginjal. Untuk memperoleh manfaat kacang merah ini Anda bisa merebusnya dengan air selama kurang lebih 6 jam. Setelah itu, biarkan dingin dan ambil airnya, minumlah air ini untuk membantu mengobati masalah ginjal Anda.

Untuk menjaga agar ginjal Anda tetap prima dan terbebas dari berbagai masalah. Selain rajin mengonsumsi beberapa makanan untuk meningkatkan fungsi ginjal seperti dijelaskan diatas, sebaiknya batasi juga asupan protein dan perbanyak makan sayuran.


Protein yang dicerna akan menghasilkan limbah berupa urea, ginjal lah yang akan menyaring zat ini dari darah kemudian mengeluarkannya dari tubuh. Itulah mengapa meskipun protein penting untuk tubuh, asupannya juga harus diperhatikan agar tidak berlebihan yang pada akhirnya akan memberatkan fungsi ginjal


Makanan apa yang dilarang untuk penyakit ginjal?



1. Makanan tinggi protein

Tubuh memerlukan protein sebagai zat pembangun dan pendorong metabolisme dalam tubuh. Namun, bagi penderita penyakit gagal ginjal kronis, makanan tinggi protein menyebabkan penumpukan produk limbah yang terlalu besar di ginjal.
Daging sapi, domba, ayam, ikan, kuning telur, susu dan makanan olahan susu adalah contoh makanan kaya protein. Bila Anda memiliki penyakit ginjal, makan terlalu banyak atau terlalu sedikit protein bisa membuat Anda merasa tidak sehat. Jadi, konsumsilah protein sewajarnya untuk membantu mengurangi beban kerja ginjal membilas produk limbah dalam darah Anda.

2. Makanan tinggi fosfor

Mineral fosfor dapat membantu ginjal dalam menyaring zat sisa yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Namun sayangnya, terlalu banyak fosfor dalam tubuh justru dapat mengganggu kerja ginjal. Itu sebabnya, bagi Anda yang memiliki penyakit ginjal, disarankan agar membatasi konsumsi fosfor agar tidak memberatkan kerja ginjal Anda. Beberapa makanan yang tinggi fosfor, di antaranya:
Produk olahan susu seperti keju, yogurt, dan es krim (Anda bisa menggunakan pengganti susu untuk membatasi fosfor)

Selai kacang

Sarden

Minuman bersoda

Bir

3. Makanan tinggi garam

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam (natrium) akan menyebabkan tekanan darah meningkat dan memproduksi cairan tubuh dalam tingkat yang tidak aman. Meningkatnya produksi cairan dalam tubuh akan mengakibatkan pembengkakan di area pergelangan kaki. Itu sebabnya, bagi Anda penderita gagal ginjal kronis, batasi makanan yang tinggi garam, seperti:
Daging kalengan (bacon, ham, sosis, daging kornet, dan ikan asap)

Ikan kalengan dan kerang

Keripik asin dan kacang asin

Mie instan

Acar

Makanan cepat saji

4. Makanan tinggi kalium

Kalium adalah mineral yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengendalikan tekanan darah. Namun, pada penderita gagal ginjal kronis, ginjal tidak mampu mengendalikan kadar kalium dalam darah yang berlebih. Kalium paling banyak ditemukan dalam buah dan sayuran. Berikut ini beberapa jenis buah dan sayuran yang mengandung kalium tinggi.
Kentang

Asparagus

Labu

Brokoli

Bayam

Alpukat

Pisang

Buah kering

Jeruk

Kiwi

Melon

Anggur

Aprikot


Pada dasarnya, untuk memastikan apa saja pantangan makanan bagi penderita gagal ginjal kronis, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Pasalnya, beragam pantangan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan kalori, berat badan, dan kondisi si pasien. Bahkan, bila perlu dokter dapat menyarankan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan ahli gizi.

Makanan apa yang baik untuk penderita ginjal?


1. Kurangi garam dan makanan yang mengandung natrium

Mengontrol asupan makanan yang mengandung garam dan natrium dalam diet Anda dapat membantu menjaga tekanan darah Anda. Anda disarankan untuk mendapatkan hanya 2300 mg natrium per harinya, natrium ini bisa didapatkan dari garam dalam makanan maupun natrium dalam makanan kemasan.

Anda harus berhati-hati saat membeli makanan kemasan, makanan jadi, atau makanan olahan. Perhatikan informasi nilai gizi yang tertera dalam setiap makanan kemasan. Sehingga, Anda bisa membatasi asupan garam atau natrium Anda maksimal 2300 mg per hari.

2. Konsumsilah protein dalam jenis dan jumlah yang tepat

Mengontrol asupan protein Anda dapat membantu melindungi ginjal Anda. Asupan protein yang tinggi dalam diet Anda hanya akan membuat kondisi ginjal Anda memburuk karena dapat memberatkan kerja ginjal. Oleh karena itu, pada penderita gangguan ginjal, sebaiknya Anda batasi konsumsi protein Anda atau ubah makanan sumber protein yang biasa Anda makan. Untuk mengetahui berapa jumlah protein yang sebaiknya Anda makan dan makanan sumber protein apa saja yang sebaiknya Anda makan, sebaiknya tanyakan lebih jelas pada dokter dan ahli gizi Anda.

Beberapa makanan sumber protein yang bisa Anda makan adalah ayam, ikan, daging tanpa lemak, telur, dan susu (sumber protein hewani), serta kacang-kacangan yang merupakan sumber protein hewani.

3. Batasi asupan makanan yang mengandung fosfor

Hal ini sangat direkomendasikan bagi Anda penderita gangguan ginjal karena untuk melindungi tulang dan pembuluh darah Anda. Pada ginjal yang sehat, ginjal mampu menjaga kadar fosfor yang ada di tubuh sehingga tubuh berfungsi dengan baik. Namun, pada ginjal yang sudah mengalami gangguan, kadar fosfor dalam tubuh bisa tidak terkontrol dan mengalami peningkatan. Hal ini kemudian bisa membuat tulang melemah dan pembuluh darah kaku karena terjadi penumpukan fosfor.

Untuk mencegah hal ini, maka Anda disarankan untuk membatasi asupan fosfor Anda. Beberapa makanan yang mengandung fosfor tinggi adalah:

Susu dan beberapa produk susu, seperti yogurt dan keju. Namun, beberapa produk susu mengandung kadar fosfor yang lebih rendah, seperti mentega, krim keju, dan keju ricotta.

Ikan, ayam, dan daging

Kacang-kacangan

Gandum

Cokelat

Fast food dan makanan yang sudah diproses

Jika Anda membeli makanan kemasan, sebaiknya perhatikan bahan-bahan yang dikandungnya. Jika bahan-bahan dalam makanan kemasan tersebut ada yang memakai kata “phos/fos” artinya makanan kemasan tersebut mengandung fosfor.

Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran karena banyak buah dan sayuran hanya mengandung fosfor dalam jumlah yang rendah. Selain itu, makanan lain yang mengandung fosfor rendah adalah roti, pasta, nasi, dan sereal.

4. Batasi makanan yang mengandung kalium

Saat ginjal Anda mengalami masalah, kadar kalium dalam darah Anda bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kadar kalium yang tidak terkontrol ini dapat menyebabkan saraf dan otot tidak bekerja dengan baik. Hal ini juga dapat menyebabkan kram otot, lemah otot, dan masalah pada denyut jantung. Oleh karena itu, Anda juga harus membatasi kadar kalium darah darah Anda untuk membantu kerja saraf dan otot.

Beberapa makanan yang mengandung kalium tinggi dan harus Anda batasi adalah:

Jeruk, pisang, alpukat, melon, kiwi

Kentang, tomat, bayam, asparagus

Nasi merah

Susu dan produk susu

Roti dan pasta gandum

Kacang-kacangan

Sedangkan, makanan yang mengandung kalium rendah dan bisa menjadi pilihan Anda adalah:

Apel, pir, anggur, nanas, strawberi, semangka

Wortel, selada, brokoli, kol, seledri, mentimun, terong, bawang, lada

Roti dan pasta

Nasi putih

Daging dan ayam

Kacang hijau

Jika Anda membeli makanan kemasan, sebaiknya perhatikan apakah di dalamnya terkandung kalium klorida. Biasanya kalium klorida digunakan dalam makanan kemasan sebagai garam pengganti. Jika terkandung, sebaiknya Anda tidak memilih makanan kemasan tersebut. Jika Anda membeli buah atau sayuran kaleng, sebaiknya tiriskan sebelum dimakan.

5. Batasi asupan cairan Anda

Ini juga sangat penting bagi Anda yang menderita gangguan ginjal. Walaupun konsumsi banyak air disarankan untuk orang sehat, namun berbeda bagi penderita gangguan ginjal. Ginjal yang sudah rusak tidak mampu lagi menyaring kelebihan cairan yang ada di tubuh. Sehingga, terlalu banyak cairan dalam tubuh akan membahayakan, bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, pembengkakan, dan gagal jantung. Kelebihan cairan juga dapat mengelilingi paru-paru Anda yang membuat Anda sulit bernapas.

Sebaiknya tanyakan ke dokter Anda berapa banyak cairan yang harus Anda asup tiap harinya. Banyaknya cairan yang diperlukan oleh tubuh Anda tergantung dari keparahan penyakit ginjal Anda.

Ingat, cairan yang masuk ke tubuh Anda tidak hanya Anda dapatkan dari minuman, tetapi juga dari makanan dan ini harus Anda perhitungkan juga. Sebaiknya tidak konsumsi makanan yang mengandung banyak cairan, seperti sup, es krim, semangka, melon, anggur, dan tomat. Juga, sebaiknya Anda tidak konsumsi makanan yang membuat Anda cepat haus, seperti makanan bergaram dan es.

Apa obat sakit ginjal yang alami?


1.Air Putih

Minum air putih adalah obat batu ginjal alami yang bisa Anda andalkan. Bahkan minum air putih juga penting untuk mencegah batu ginjal kembali terbentuk.
Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda harus minum air putih setidaknya 8 gelas per hari. Dengan begitu, Anda telah membantu meringankan kerja ginjal.

Sementara beberapa ahli menyatakan bahwa minum air putih sebanyak 12 gelas per hari bisa bantu memperlambat tumpukan mineral di ginjal.

Selain itu, Anda juga sebaiknya selalu perhatikan warna urin Anda. Bila urin berwarna kuning pekat, itu tanda tubuh mengalami dehidrasi dan dapat membuat tumpukan mineral semakin besar.

2.Air Lemon

Obat batu ginjal alami lain yang tidak kalah praktis adalah air lemon. Anda dapat menambahkan perasan lemon ke segelas air. Lemon mengandung sitrat yang merupakan bahan kimia yang mencegah pembentukan batu kalsium.

Sitrat juga diketahui dapat membantu memecah batu-batu kecil sehingga mencegah juga terjadinya penyumbatan yang bisa terjadi di ureter.

3.Cuka Apel

Sari cuka apel mengandung asam asetik yang diyakini bisa bantu menghancurkan batu ginjal. Selain itu, cuka apel juga membantu mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan oleh batu ginjal.

Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda dapat menambahkan 2 sendok makan sari cuka apel dalam 250 ml atau satu gelas. Selain diminum, Anda juga bisa mencampurnya dalam salad dengan mencampurnya bersama saus salad Anda.

Akan tetapi, Anda tidak boleh mengonsumsinya berlebihan dari jumlah tersebut. Bagi Anda yang mengalami diabetes melitus sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter Anda.

4.Jus Seledri

Jus seledri dianggap sebagai jus yang dapat membersihkan racun, termasuk membersihkan tumpukan mineral yang mengkristal di ginjal. Jus seledri ini memang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan sudah tidak asing lagi.

Seledri sendiri mengandung antioksidan dan senyawa yang dikenal dapat meningkatkan produksi urin sehingga dapat membantu mengurangi kemungkinan terbentuknya batu-batu ginjal baru.

5.Jus Buah Delima

Buah delima selama berabad-abad juga dikenal sebagai buah yang sangat penting dalam pengobatan tradisional. Buah delima diyakini dapat meningkatkan fungsi ginjal secara keseluruhan yang bisa membantu melarutkan batu ginjal dan racun yang ada dalam tubuh.



Buah delima juga dapat menurunkan tingkat keasaman urin. Tingkat keasaman yang lebih rendah akan mengurangi risiko tubuh Anda membentuk batu ginjal.


Buah apa yang bisa menghancurkan batu ginjal?


1. Buah Lemon

Buah penghancur batu ginjal yang pertama ialah lemon, buah ini bisa membantu mengurangi batu ginjal yang telah terbentuk. Fungsi lemon adalah mencairkan batu ginjal kecil lalu membuangnya keluar dari tubuh.

2. Buah Apel

Selain rasanya yang enak buah satu ini juga kaya akan khasiat salah satunya ialah membantu mengatasi batu ginjal, apel sangat kaya akan antioksidan berupa vitamin A serta C dan vitamin ini merupakan yang bisa mengatasi batu ginjal secara alami.

3. Buah Semangka

Berikutnya ada buah semangka buah yang kaya akan kandungan air, selain terkenal mampu mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi buah semangka juga bisa membantu mengatasi batu ginjal secara alami.

Namun segera hentikan bila sudah terlalu banyak mengkonsumsi semangka, karena buah satu ini juga bisa memicu tekanan darah rendah


Apakah gagal ginjal bisa disembuhkan?



Jawabannya ialah bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Dalam beberapa kasus, cuci darah pada kasus gagal ginjal sementara atau yang belum memasuki masa akut bisa dihentikan saat ginjal Anda sembuh dan sudah dapat melakukan fungsi yang seharusnya.
Namun, lain cerita pada orang yang mengalami gagal ginjal kronis. Orang dengan gagal ginjal kronis stadium akhir biasanya membutuhkan transplantasi ginjal. Sayangnya menemukan donor ginjal yang cocok tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itulah pasien gagal ginjal kronis dengan kondisi akut memerlukan dialisis sampai donor ginjal yang cocok tersedia.
Namun, sering kali orang yang membutuhkan donor ginjal harus menelan kenyataan pahit karena tidak menemukan donor yang cocok. Atau mungkin kondisinya tidak cukup baik untuk menjalani operasi besar. Jika hal ini terjadi maka dialisis kemungkinan besar diperlukan seumur hidup Anda.
Kebanyakan orang dapat tetap menjalani dialisis selama bertahun-tahun, walaupun cara ini hanya dapat mengimbangi hilangnya sebagian fungsi ginjal. Fakta medis membuktikan bahwa orang bisa meninggal saat menjalani cuci darah jika mereka tidak juga menjalani transplantasi ginjal. Risiko ini meningkat terutama pada orang lanjut usia dan mereka yang memiliki masalah kesehatan lainnya.
Seseorang yang memulai dialisis pada usia akhir 20-an memiliki harapan hidup hingga 20 tahun atau lebih. Namun, orang dewasa berusia di atas 75 tahun mungkin hanya bertahan selama dua sampai tiga tahun. Lagi-lagi hal ini tergantung pada kondisi kesehatan pasien.
Namun, hal yang perlu menjadi perhatian bahwa kelangsungan hidup orang-orang yang menjalani dialisis telah meningkat selama sepuluh tahun terakhir dan diperkirakan akan terus meningkat di masa depan.

Bolehkah penderita gagal ginjal berhenti cuci darah?

Keputusan untuk menghentikan proses cuci darah menjadi keputusan yang harus dilakukan oleh dokter dan pasien. Jika pasien menjalani dialisis karena gagal ginjal akut, maka pemulihan bisa saja terjadi dan dialisis dapat dihentikan. Tetapi jika pasien menjalani dialisis karena penyakit ginjal kronis, maka menghentikan dialisis bisa meningkatkan tingkat keparahan penyakit yang bisa berujung pada kematian.
Orang dengan gagal ginjal yang melakukan cuci darah atau transplantasi ginjal memungkinkan mereka hidup lebih lama dan menikmati hidupnya. Namun, setiap orang tetap memiliki pilihannya masing-masing. Mereka berhak memilih apa dan bagaimana pengobatan yang mereka terima.
Tanpa dialisis yang berkelanjutan atau transplantasi ginjal, orang yang memiliki penyakit ginjal stadium akhir dapat mengalami sindrom uremia, di mana toksin terbentuk di dalam darah. Pasien akan menerima obat apa saja yang diperlukan untuk mengatasi gejala uremia dan kondisi medis lainnya. Namun, jika racun sudah terlanjur menumpuk hal ini dapat menyebabkan kematian.

Apa yang terjadi setelah dialisis dihentikan?

Pasien yang menghentikan dialisis akan menerima perawatan paliatif. Perawatan paliatif adalah perawatan yang bisa didapatkan para pasien yang menderita penyakit kronis dengan stadium lanjut, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peningkatan hidup dilakukan dengan cara pendekatan dari sisi psikologis, psikososial, mental serta spiritual pasien, sehingga membuat pasien lebih tenang, bahagia, serta nyaman ketika menjalani pengobatan.
Pada penderita gagal ginjal yang menghentikan proses cuci darah, racun dalam tubuhnya akan menumpuk. Racun yang berkembang pada seseorang akan berakibat pada perubahan fisik dan emosional tertentu. Di samping itu, tubuh memiliki cara alami untuk mempersiapkan dirinya berhenti berfungsi.
Keluarga dan orang terdekat ada baiknya memahami perubahan yang terjadi. Hal ini berfungsi juga untuk menyiapkan mental pasien dan keluarga. ada tubuh pasien dapat membantu teman dan anggota keluarga pasien untuk mempersiapkan mental keluarga maupun orangnya. Serangkaian perubahan fisik yang mungkin terjadi mencakup:
Kehilangan nafsu makan dan kelebihan cairan

Tidur hampir sepanjang hari

Gelisah

Disorientasi, seringkali terlihat linglung dan kebingungan mengenali wajah yang familiar

Adanya perubahan pada pola pernapasan bisa jadi tidak teratur, terlalu cepat atau bahkan terlalu lambat. Bisa juga terdengar seperti terengah-engah.Pola pernapasan yang berubah mengindikasikan penurunan sirkulasi di organ dalam dan penumpukan racun.

Perubahan warna dan suhu kulit


Obat-obatan dapat diberikan untuk mengobati rasa sakit atau kegelisahan. Namun, obat-obatan lain sering dihentikan saat seseorang memutuskan untuk berhenti menjalani perawatan cuci darah karena mengobati kondisi kronis penyakitnya tidak lagi menjadi prioritas.
Sebuah studi melaporkan bahwa pasien yang menghentikan cuci darah biasanya mengalami kematian yang tenang dan bebas dari rasa sakit.


Apa yang menyebabkan sakit ginjal?



Gejala Penyakit Ginjal

Gejala penyakit ginjal tergantung dari jenis penyakitnya dan apakah penyakit tersebut mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Beberapa gejala penurunan fungsi ginjal dan gejala penyakit ginjal secara spesifik, antara lain:

Terjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata.

Mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.

Volume urine dan frekuensi buang air kecil berkurang.

Urine berbusa.

Merasa lelah dan sesak napas.

Kulit kering dan terasa gatal.

Terjadi kram otot, terutama di tungkai.

Susah tidur.

Tekanan darah tinggi.

Gangguan irama jantung.

Penurunan kesadaran.

Pada gagal ginjal akut dapat terlihat tanda dehidrasi.

Nyeri punggung bawah dan urine bercampur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan infeksi ginjal.

Pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan menggigil.

Anak-anak yang mengalami penyakit ginjal akan mudah mengantuk, tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, dan pertumbuhannya terhambat.

Diagnosis Penyakit Ginjal

Untuk mendeteksi adanya gangguan pada ginjal, dokter dapat melakukan berbagai pemeriksaan penunjang, yaitu:

Tes urine. Dilakukan untuk mengetahui kadar albumin dalam urine. Albumin merupakan salah satu jenis protein yang seharusnya terkandung di dalam darah. Jika ada albumin di dalam urine, artinya ginjal tidak berfungsi dengan baik dan secara tidak langsung kadar albumin dalam darah akan menurun. Analisis dan kultur kuman dari urin juga dapat dilakukan, untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih dan kuman penyebab infeksi tersebut.

Tes darah. Dilakukan untuk memeriksa kadar kreatinin, yaitu sebuah zat yang berasal dari jaringan otot. Jika mengalami kerusakan, ginjal tidak bisa membuang kreatinin dari dalam darah. Melalui tes darah, dokter juga akan mengetahui laju filtrasi glomerulus (GFR) pasien. Hasil pemeriksaan GFR akan menunjukkan fungsi dan kondisi ginjal pasien. Selain fungsi ginjal, tes darah dapat melihat Hb yang menurun karena produksi sel darah merah yang menurun.

Pemindaian. USG ginjal dan CT scan ginjal serta saluran kemih (urografi) dapat melihat kemungkinan batu ginjal dan penyakit ginjal polikistik.

Pengobatan Penyakit Ginjal

Sebelum menentukan jenis pengobatan untuk penyakit ginjal, dokter akan memastikan penyebabnya terlebih dulu. Beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ginjal adalah:

Obat-obatan. Dalam mengobati penyakit ginjal, dokter akan memberikan salah satu obat darah tinggi dari golongan ACE inhibitors (contohnya ramipril, captopril) atau ARBs (contoh valsartan, irbesartan). Selain mengontrol tekanan darah, kelompok obat ini juga bisa mengurangi kadar protein di dalam urine. Hormon erythropoietin (EPO) juga dapat diberikan pada penderita penurunan fungsi ginjal dengan anemia. Untuk infeksi ginjal dokter akan memberikan antibiotik selama satu sampai dua minggu.

Prosedur terapi batu ginjal. Batu ginjal yang kecil dan dengan gejala yang ringan tidak perlu tindakan khusus untuk mengatasinya. Pasien akan dianjurkan untuk minum 2 sampai 3 L per hari untuk membilas saluran kemih, diberikan obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen, serta diberikan obat untuk melemaskan otot saluran kemih (alpha blocker) sehingga batu dapat keluar dengan cepat dan tanpa nyeri. Bila batu cukup besar dan dianggap tidak dapat keluar sendiri, dilakukan beberapa prosedur untuk mengeluarkan batu dari ginjal, yaitu:
Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Batu dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga dapat dibuang bersama urine dengan menggunakan gelombang suara yang menghasilkan getaran dari mesin ESWL.

Ureteroscopic Lithotripsy (URS). Melalui metode URS akan dimasukkan selang yang dilengkapi dengan kamera ke dalam saluran kemih melalui lubang tempat urine keluar. Kemudian, batu akan dihancurkan dengan alat khusus sehingga menjadi ukuran yang lebih kecil, agar dapat dikeluarkan lewat saluran kemih.

Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL). PCNL dilakukan dengan mengambil batu dengan alat khusus yang dimasukkan melalui punggung untuk mencapai ginjal. Tindakan ini membutuhkan pembiusan (anestesi) umum.

Diet. Ginjal berfungsi untuk menyaring zat limbah tubuh, beberapa mineral dan cairan. Bila terdapat penurunan fungsi ginjal, sulit bagi ginjal untuk membuang zat-zat limbah tersebut. Oleh karena itu pola diet yang sebaiknya dijalani oleh penderita penurunan fungsi ginjal adalah diet rendah protein dan beberapa mineral seperti natrium, kalium, serta fosfat. Selain itu penting untuk membatasi asupan cairan, sehingga cairan tidak menumpuk dalam tubuh.

Terapi pengganti ginjal. Jika ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, terdapat tiga cara untuk menggantikan tugas ginjal, yaitu:
Cuci darah atau hemodialisis. Menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah. Diperlukan akses di pembuluh darah untuk dihubungkan ke dalam mesin. Bila diperlukan untuk cuci darah segera, akan dipasang kateter di pembuluh darah vena di leher, yaitu selang seperti infus yang biasa dipasang di tangan, namun dipasang pada pembuluh darah besar di leher. Bila cuci darah dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino.

Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Berbeda dengan cuci darah, CAPD menggunakan selaput pada dinding perut dalam untuk mencuci darah. Sama halnya dengan cuci darah, CAPD juga membutuhkan akses permanen seperti selang yang akan dipasang melalui dinding perut. Cairan yang digunakan untuk mencuci darah akan dimasukkan ke dalam selang tersebut dan didiamkan beberapa waktu sebelum akhirnya dibuang.

Cangkok ginjal atau transplantasi ginjal. Dilakukan dengan memindahkan satu ginjal dari donor yang cocok dan ditanamkan ke dalam tubuh penderita. Sebelum dilakukan transplantasi, akan dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan apakah pasien merupakan kandidat yang baik untuk transplantasi ginjal. Dan setelah dilakukan cangkok, pasien akan minum sejumlah obat agar tubuh dapat menerima organ donor. Bila transplantasi sukses, pasien tidak perlu menjalani terapi pengganti ginjal yang lain.

Pencegahan Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut. Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, maka lama-kelamaan ginjal akan rusak. Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin.


Apa ciri ciri orang terkena penyakit ginjal?



1. Warna urine berubah

Gejala sakit ginjal yang biasanya muncul dan dirasakan paling awal adalah perubahan warna urine menjadi lebih keruh dari biasanya.

Selain itu, kebiasaan buang air kecil Anda juga bisa berubah; entah jadi lebih sering atau lebih jarang pipis. Anda biasanya jadi lebih sering buang air kecil di malam hari. 

Anda juga mungkin merasa nyeri saat buang air kecil. Jika Anda mengidap gagal ginjal akut, ada kemungkinan air kencing keluar beserta bercak darah. Dalam beberapa kasus, kencing berbusa juga bisa jadi gejala sakit ginjal,

2. Badan jadi gampang capek

Ginjal sehat akan terus memproduksi hormon eritropoietin secara teratur untuk meningkatkan produksi sel darah merah baru.

Ketika ginjal mengalami kerusakan, produksi hormon eritropoetin menjadi menurun. Akibatnya, produksi sel darah merah yang membawa oksigen pun menurun. Ini membuat tubuh jadi mudah capek.

3. Beberapa bagian tubuh akan membengkak

Ginjal yang sudah rusak tidak bisa lagi menyaring limbah kotoran sebaik dulu sehingga ada banyak protein yang terbuang ke dalam urine.

Kurangnya protein dalam darah dapat menyebabkan tungkai tangan dan kaki membengkak. Orang yang punya masalah ginjal juga mungkin mengalami pembengkakan pada wajah dan kedua mata.

4. Gatal-gatal

Terganggunya kerja ginjal membuat kotoran sisa metabolisme menumpuk. Hal ini akan berdampak buruk pada kulit.

Penyakit ginjal dapat menimbulkan rasa gatal, ruam kemerahan, serta kulit kering. Jika gatal tersebut terus digaruk bisa timbul luka atau pendarahan ringan. Sayangnya, rasa gatal karena gejala sakit ginjal seringkali diabaikan.

Meski krim kulit dan salep memang dapat membantu mengurangi gejala sakit ginjal yang timbul pada kulit, tetapi hal ini tidak menyembuhkan masalah pada ginjal Anda.

5. Selalu mual dan ingin muntah

Sakit ginjal yang sudah akut atau jika sudah sampai tahap gagal ginjal sering disebut juga sebagai silent killer. Disebut demikian karena gejalanya yang sulit dideteksi, seperti mual dan muntah. Banyak sekali penyakit ringan yang gejalanya ditunjukkan dengan mual dan muntah, contohnya sakit maag.

Namun dalam kasus penyakit ginjal, gejala mual dan muntah muncul karena tumpukan limbah dan kotoran dalam darah tidak berhasil dikeluarkan. Hal tersebut dapat menyebabkan terganggunya pusat refleks muntah di otak dan sistem pencernaan, sehingga terjadilah mual dan muntah.

6. Sesak napas

Tidak berfungsinya ginjal membuat cairan masuk ke dalam paru-paru melalui darah. Hal ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup di dalam tubuh, terutama paru-paru.

Kurangnya oksigen dalam darah membuat tubuh Anda sulit berfungsi maksimal sehingga menyebabkan napas menjadi terengah-engah dan memburu.

7. Sakit pinggang

Bagi yang suka sakit pada bagian pinggang, baik kanan ataupun kiri, baiknya Anda waspada. Gejala sakit ini bisa saja disebabkan oleh batu ginjal.

Kadang, gejala dari adanya batu ginjal tidak terlalu kelihatan jelas tapi kemungkinan besar akan menimbulkan nyeri pada pinggang akibat terjepitnya batu ginjal dalam ureter.

8. Kurang konsentrasi dan pusing

Ketika ginjal Anda tidak dapat bekerja dengan baik, oksigen akan sulit disuplai ke seluruh tubuh, terutama ke otak.

Kurangnya suplai oksigen ke otak memicu terjadinya pusing, kurang konsentrasi, daya ingat yang lemah, dan kepala yang terasa kliyengan.


Apa ciri ciri ginjal bermasalah?



1. Perubahan warna kencing

Ini merupakan gejala ginjal bermasalah yang utama. Jika Anda memiliki perubahan-perubahan berikut, lebih baik Anda segera memeriksakannya pada dokter Anda:

Perubahan tekanan aliran kencing saat buang air kecil

Beragam gangguan saat buang air kecil

Kencing berbusa

Warna kencing lebih gelap diikuti dengan frekuensi buang air kecil yang jarang atau sedikit-sedikit

Kencing berdarah

Keinginan untuk buang air kecil yang sering, bahkan di malam hari saat Anda tidur

2. Bengkak berlebihan

Karena ginjal Anda bertanggung jawab untuk menyaring cairan dalam tubuh Anda, maka cairan-cairan yang tidak tersaring ini akan membuat tubuh Anda membengkak. Ketika protein lolos dari penyaringan ginjal dan terbuang melalui urin, cairan dalam tubuh menjadi menumpuk dan mengakibatkan pembengkakan. Pembengkakan ini terutama terjadi pada tangan dan kaki Anda. Orang dengan masalah gejala ginjal biasa mengalami bengkak pada mata (puffy eyes).

Di sisi lain, protein dalam urine merupakan pertanda jelas bahwa Anda mengalami gejala ginjal yang bermasalah dan tidak dapat menyaring dengan baik. Jika hal ini terjadi, penyaring-penyaring pada ginjal akan membiarkan protein masuk bercampur dengan urine.

3. Sesak napas

Ketika ginjal Anda bekerja keras, cairan akan menumpuk pada ginjal bahkan berada di jaringan tubuh Anda lainnya seperti paru. Penumpukan cairan di paru inilah yang membuat Anda sesak napas. Kurangnya oksigen dalam darah membuat tubuh Anda juga menyebabkan napas menjadi terengah-engah dan memburu.

4. Kemerahan pada kulit (skin rashes)

Ketika tubuh Anda dipenuhi oleh racun, akan muncul berbagai proses pada tubuh yang terjadi untuk menghilangkan racun-racun tersebut. Salah satu caranya adalah melalui pori-pori kulit. Hal ini muncul berupa kemerahan, gatal, dan kering pada kulit.

Krim kulit dan salep memang dapat membantu mengurangi gejala yang timbul pada kulit, tetapi hal ini tidak menyembuhkan masalah gejala ginjal Anda.

5. Rasa besi pada mulut

Rasa tidak enak di lidah atau mulut bisa juga jadi gejala ginjal bermasalah. Terkadang, tubuh Anda akan terlalu banyak dipenuhi racun sehingga Anda dapat merasakannya secara langsung. Orang dengan ginjal yang tidak bekerja secara optimal, akan merasakan rasa besi pada mulutnya. Hal ini juga memicu ke napas yang bau tidak sedap (halitosis) dan menurunnya nafsu makan.

6. Kurang konsentrasi dan pusing

Ketika ginjal Anda tidak dapat menyaring racun dengan baik, oksigen akan sulit disuplai ke seluruh tubuh, terutama ke otak. Hal ini memicu terjadinya pusing, kurang konsentrasi, daya ingat yang lemah, dan kepala yang terasa kliyengan.

7. Nyeri pada punggung belakang (nyeri pinggang)

Nyeri pada punggung belakang sangat mungkin menjadi gejala ginjal bermasalah atau adanya infeksi pada organ sekitarnya. Nyeri ini dapat sebagai akibat dari adanya batu ginjal maupun infeksi saluran kencing.

8. Lemas

Pada orang sehat, ginjal akan memproduksi EPO (erythropoietin), yang dapat meningkatkan sel darah merah dalam darah Anda. Sel darah merah ini akan membawa oksigen ke bagian-bagian tubuh Anda. Nah, kurangnya EPO pada ginjal yang bermasalah membuat kadar oksigen berkurang sehingga dapat menyebabkan lemas.

Lemas yang sudah kronis juga merupakan gejala dari anemia. Sehingga penting untuk Anda membicarakannya dengan dokter apabila badan atau otot sering lemas tanpa sebab yang jelas.

9. Mual dan muntah

Karena zat sisa yang beracun berkumpul dalam darah Anda, hal ini dapat menyebabkan terganggunya pusat rasa muntah di tubuh sehingga terjadilah mual dan muntah. Mual dan muntah juga merupakan pertanda terjadinya infeksi saluran kencing, sehingga ada baiknya Anda segera menemui dokter. Terutama jika Anda juga merasakan adanya nyeri pada punggung belakang dan juga perut.

Cara mengetahui adanya gejala ginjal pada tubuh Anda

Penyakit ginjal awal biasanya tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui bagaimana kondisi ginjal Anda. Penting bagi ginjal Anda untuk diperiksa jika Anda memiliki faktor risiko utama seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal.

Berikut ini beberapa tes yang diperlukan untuk mendiagnosis penyakit ginjal:

Tes darah untuk memeriksa GFR Anda, yang memberi tahu seberapa baik ginjal Anda melakukan penyaringan. GFR singkatan dari laju filtrasi glomerulus.

Tes urin untuk memeriksa albumin dalam urin Anda. Albumin merupakan protein yang dapat mengalir ke dalam urin bila ada ginjal yang rusak.

Penting juga untuk memeriksa tekanan darah Anda. Tekanan darah tinggi bisa menjadi tanda penyakit ginjal. Itu sebabnya, jagalah tekanan darah Anda di bawah target yang ditetapkan oleh penyedia layanan kesehatan Anda. Bagi kebanyakan orang, target tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg.

Semakin cepat penyakit ginjal terdeteksi, semakin cepat Anda bisa mendapatkan pengobatan untuk membantu memperlambat atau mencegah gagal ginjal. Jika Anda memiliki diabetes, periksalah setiap tahun. Jika Anda memiliki faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal, bicara dengan dokter tentang seberapa sering Anda harus diperiksa.

Dokter mungkin menggunakan tes ultrasound (USG) untuk menilai struktur dan ukuran ginjal Anda. Tes pencitraan seperti CT scan ginjal juga dapat digunakan dalam beberapa kasus.

Dokter Anda mungkin juga merekomendasikan biopsi ginjal untuk mengambil contoh jaringan ginjal. Biopsi ginjal sering dilakukan dengan bius lokal menggunakan  jarum tipis dan panjang yang dimasukkan melalui kulit dan masuk ke ginjal Anda. Sampel biopsi dikirim ke laboratorium untuk pengujian dan membantu menentukan apa yang menyebabkan masalah ginjal Anda.






Komentar

Video Terbaru Kami

Online

Theme Editor by Seo v6