Langsung ke konten utama

Kesedihan Yang Mengisahkan Penyesalan

Kali ini saya akan menghadirkan cerita ilustrasi untuk kita semua,yaitu goresan kisah Kesedihan Yang Mengisahkan Penyesalan semoga cerita ini menjadi sebuah pandangan yang memberi hal positif buat kita semua.selamat membaca:

Kali ini saya akan menghadirkan cerita ilustrasi untuk kita semua,yaitu goresan kisah Kesedihan Yang Mengisahkan Penyesalan semoga cerita ini menjadi sebuah pandangan yang memberi hal positif buat kita semua.selamat membaca:          Disuatu kampung yang mungil hiduplah keluarga muda,rumah tempat tinggal mereka pun lumayan jauh dari rumah kepala keluarga lainya.  Dinamakan keluarga muda dikarenakan rumahtangganya masih terbilang baru karenamasih memiliki satu anak yang berumur satu bulan.      Di suatu hari tepat di pagi hari berangkatlah suiaminya ke tempat kerjanya dan istrinya bergegas pergi ke aliran sungai untuk mencuci pakaian mereka.  Tapi si ibu agak bimbang meninggalkan rumahnya karena nantinya tidak bakal ada yang menemani anaknya tinggal di rumah karena batang air tempat mencuci lumayan jauh dari tempat tinggal mereka.      Seketika,tiba tiba ibunya memutuskan untuk menidurkan anaknya dulu di tempat tidur,dan sekalian menyuruh anjingnya yang bernama lubu menjaga anaknya yang tertidur pulas karena anjingnya yang bisa di percaya dan di pesuruh maka anjing ini dikurung oleh ibunya di kamar si anak yang tertidur dengan posisi membukakan jendela kamar.  Ibu ini begitu percayana meninggalkan anaknya dan dengan penuh semangat ibu ini berangkat kebatang air untuk menyuci pakaian tersebut.      Di barengi nyanyian kecil kecil sambil menyuci pakaian tersebut,inilah lagu yang di nyanyikan ibu tersebut;  "Tuhan mencintaiku dan hatiku mencintai Tuhan sampai selanjutnya.  Begitu senangnya rasanya hati ibu ini serasa begitu puasnya hatinya seolah tidak ada rasa sedih yang melirihi.  Tetapi rasa senangnya hanyalah sebentar saja ,seketika rasa sedih tiba tiba datang ke pikiran si ibu dan tiba tiba saja jantungan mengingat si buah hatinya yang di tinggal di rumah.      Wah...wah..udah gimana keadaan anak saya itulah yang tersirat di hatinya,dan semangatnya pun hilang serta nyanyian nyanyian kecilnya hilang perlahan.Seakan Ingin meninggalkan cucianya untuk balik ke rumah menemui keadaan anaknya tapi ibu ini berpikir lagi, karena baju yang di cuci tinggal hanya membersihkan saja.    Tapi ibu ini tetap tidak tenang dan degup jantungnya semakin berdebar keras,satu hal yang membuat si ibu begitu gelisah karena muncul pertanyaan di hatinya mengingat anjing yang di kunci di kamar bersama anaknya ,bagimanalah  nanti jika anak saya buang kotoran dan anjing itu mencium aroma dari kotoran anak saya serta ikut juga memakan anak saya itulah rasa gelisah yang menghantui si ibu.  Astagah..Bagaimanalah aku..?biarlah kucepatkan menyiapkan cucian ini.itulah pikiran si ibu dan cucian yang dikerjakanya pun terbilang setengah bersih.    Karena rasa bimbang yang menghantui terbukti saja,,matanya terbelalalak karena anjingnya si lubu datang menyambutnya sambil menggosok gosokkan mulutnya ke kaki si ibu.  Si ibu langsung menangis histeris melihat  begitu banyak darah di mulut anjingnya si lubu.  ,,Astagah..astagah..inilah jawaban dari segala risau yang saya alami tadi rupanya firasatku benar anakku telah dimakan si lubu itulah anggukan tangis ibu ini.      "Saya menyuruhmu menjaganya rupanya kau memakan anak saya ,kali ini kau harus ku matikan kau anjing yang tidak berguna itulah ucapan ibu ini.  Dan dia mencari kayu untuk menewaskan anjingnya,rupanya dia menemukan sebuah batu besar dan langsung mengangkatnya untuk menewaskan anjingnya,tapi sianjing ini seakan minta ampun dan minta maaf sambil mengeluskan badanya ke kaki si ibu ini.    Tapi karena rasa sedih nercampur emosi si ibu mengingat keadaan anaknya hilanglah rasa kasihan si ibu dan langsung melibaskan batu itu ke kepala si lubu dan seketika anjingnya mati.  Si ibu pun bergegas berlari menuju kamar dengan rasa sedih bercampur deru setelah sampai di kamar tangisan ibu ini semakin menjadi lagi melihat keadaan kamar kacau balau dan penuh simpah darah,dan tidak menemukan anaknya lagi disana.    Sambil membuka segala tempat tidurnya datanglah bayangan ke fikiranya ,"jika aku tadi membawamu anakku,, tidak akan begini kejadianya"gimanalah bagianku iniii sambil menelusuri keadaan kamar nya dan mengangkat tumpukan bantal dan tiba tiba saja ibu ini melihat anaknya tertidur begitu pulas di tumpukan bantal.    Sambil menciumi anaknya dibawanyalah anaknya keluar dari kamar menuju ruang tamu,dan si ibu melihat ada tumpukan bangkai ular besar yang sudah terpotong potong di balik pintu kamarnya.  Rupanya ular besar itu datang untuk memakan anaknya dan tentu saja di halangi anjingnya yang dapat di percaya dan dari situlah keberadaan darah yang ada di mulut anjingnya si lubu.    Setelah ibu ini tau, lalu dia menimang anaknya dan bergegas berlari menuju keadaan anjingnya si lubu.dengan penuh penyesalan si ibu ini langsung menangis histeris melihat keadaan anjingnya si lubu sudah tidak bernyawa lagi.    Apa mau di kata semua sudah terlambat karena kepercayaan si ibu tidak ada kepada sang pencipta seperti isi nyanyian nyanyianya di saat mencuci pakaian.semua nyanyia nya sia sia yang berisi: Tuhan mencintaiku,dan hatiku mencintai tuhan.    Jika semua keraguanya di yakinkan atas nama Tuhan maka kejadianya tidak akan seperti itu karena apapun juga Tuhan bisa memakai segalanya sebagai jalan penolong bagi yang memanggil namanya termasuk anjingnya si lubu.  Karena kepercayaanya yang tidak ada maka itulah kisah yang terjadi hanya kesedihan yang mengisahkan penyesalan.      Pesan saya untuk para pembaca Petiklah sikap terbaik dari kisah ini.terimakasih..  Semoga kita di jauhkan dari hal hal yang mebawa dampak Neagatif,samapai jumpa hehhe
Kesedihan Yang Mengisahkan Penyesalan


Disuatu kampung yang mungil hiduplah keluarga muda,rumah tempat tinggal mereka pun lumayan jauh dari rumah kepala keluarga lainya.
Dinamakan keluarga muda dikarenakan rumahtangganya masih terbilang baru karenamasih memiliki satu anak yang berumur satu bulan.


Di suatu hari tepat di pagi hari berangkatlah suiaminya ke tempat kerjanya dan istrinya bergegas pergi ke aliran sungai untuk mencuci pakaian mereka.
Tapi si ibu agak bimbang meninggalkan rumahnya karena nantinya tidak bakal ada yang menemani anaknya tinggal di rumah karena batang air tempat mencuci lumayan jauh dari tempat tinggal mereka.


Seketika,tiba tiba ibunya memutuskan untuk menidurkan anaknya dulu di tempat tidur,dan sekalian menyuruh anjingnya yang bernama lubu menjaga anaknya yang tertidur pulas karena anjingnya yang bisa di percaya dan di pesuruh maka anjing ini dikurung oleh ibunya di kamar si anak yang tertidur dengan posisi membukakan jendela kamar.
Ibu ini begitu percayana meninggalkan anaknya dan dengan penuh semangat ibu ini berangkat kebatang air untuk menyuci pakaian tersebut.


Di barengi nyanyian kecil kecil sambil menyuci pakaian tersebut,inilah lagu yang di nyanyikan ibu tersebut;
"Tuhan mencintaiku dan hatiku mencintai Tuhan sampai selanjutnya.
Begitu senangnya rasanya hati ibu ini serasa begitu puasnya hatinya seolah tidak ada rasa sedih yang melirihi.
Tetapi rasa senangnya hanyalah sebentar saja ,seketika rasa sedih tiba tiba datang ke pikiran si ibu dan tiba tiba saja jantungan mengingat si buah hatinya yang di tinggal di rumah.


Wah...wah..udah gimana keadaan anak saya itulah yang tersirat di hatinya,dan semangatnya pun hilang serta nyanyian nyanyian kecilnya hilang perlahan.Seakan Ingin meninggalkan cucianya untuk balik ke rumah menemui keadaan anaknya tapi ibu ini berpikir lagi, karena baju yang di cuci tinggal hanya membersihkan saja.

Tapi ibu ini tetap tidak tenang dan degup jantungnya semakin berdebar keras,satu hal yang membuat si ibu begitu gelisah karena muncul pertanyaan di hatinya mengingat anjing yang di kunci di kamar bersama anaknya ,bagimanalah  nanti jika anak saya buang kotoran dan anjing itu mencium aroma dari kotoran anak saya serta ikut juga memakan anak saya itulah rasa gelisah yang menghantui si ibu.
Astagah..Bagaimanalah aku..?biarlah kucepatkan menyiapkan cucian ini.itulah pikiran si ibu dan cucian yang dikerjakanya pun terbilang setengah bersih.

Karena rasa bimbang yang menghantui terbukti saja,,matanya terbelalalak karena anjingnya si lubu datang menyambutnya sambil menggosok gosokkan mulutnya ke kaki si ibu.
Si ibu langsung menangis histeris melihat  begitu banyak darah di mulut anjingnya si lubu.
,,Astagah..astagah..inilah jawaban dari segala risau yang saya alami tadi rupanya firasatku benar anakku telah dimakan si lubu itulah anggukan tangis ibu ini.


"Saya menyuruhmu menjaganya rupanya kau memakan anak saya ,kali ini kau harus ku matikan kau anjing yang tidak berguna itulah ucapan ibu ini.
Dan dia mencari kayu untuk menewaskan anjingnya,rupanya dia menemukan sebuah batu besar dan langsung mengangkatnya untuk menewaskan anjingnya,tapi sianjing ini seakan minta ampun dan minta maaf sambil mengeluskan badanya ke kaki si ibu ini.

Tapi karena rasa sedih nercampur emosi si ibu mengingat keadaan anaknya hilanglah rasa kasihan si ibu dan langsung melibaskan batu itu ke kepala si lubu dan seketika anjingnya mati.
Si ibu pun bergegas berlari menuju kamar dengan rasa sedih bercampur deru setelah sampai di kamar tangisan ibu ini semakin menjadi lagi melihat keadaan kamar kacau balau dan penuh simpah darah,dan tidak menemukan anaknya lagi disana.

Sambil membuka segala tempat tidurnya datanglah bayangan ke fikiranya ,"jika aku tadi membawamu anakku,, tidak akan begini kejadianya"gimanalah bagianku iniii sambil menelusuri keadaan kamar nya dan mengangkat tumpukan bantal dan tiba tiba saja ibu ini melihat anaknya tertidur begitu pulas di tumpukan bantal.

Sambil menciumi anaknya dibawanyalah anaknya keluar dari kamar menuju ruang tamu,dan si ibu melihat ada tumpukan bangkai ular besar yang sudah terpotong potong di balik pintu kamarnya.
Rupanya ular besar itu datang untuk memakan anaknya dan tentu saja di halangi anjingnya yang dapat di percaya dan dari situlah keberadaan darah yang ada di mulut anjingnya si lubu.

Setelah ibu ini tau, lalu dia menimang anaknya dan bergegas berlari menuju keadaan anjingnya si lubu.dengan penuh penyesalan si ibu ini langsung menangis histeris melihat keadaan anjingnya si lubu sudah tidak bernyawa lagi.

Apa mau di kata semua sudah terlambat karena kepercayaan si ibu tidak ada kepada sang pencipta seperti isi nyanyian nyanyianya di saat mencuci pakaian.semua nyanyia nya sia sia yang berisi: Tuhan mencintaiku,dan hatiku mencintai tuhan.

Jika semua keraguanya di yakinkan atas nama Tuhan maka kejadianya tidak akan seperti itu karena apapun juga Tuhan bisa memakai segalanya sebagai jalan penolong bagi yang memanggil namanya termasuk anjingnya si lubu.
Karena kepercayaanya yang tidak ada maka itulah kisah yang terjadi hanya kesedihan yang mengisahkan penyesalan.


Pesan saya untuk para pembaca Petiklah sikap terbaik dari kisah ini.terimakasih..
Semoga kita di jauhkan dari hal hal yang mebawa dampak Neagatif,samapai jumpa hehhe







Komentar

Video Terbaru Kami

Online

Theme Editor by Seo v6